Sabtu, 19/01/2013 00:45 WIB

Terserang Stroke, Mantan Kapolda Metro Jaya Firman Gani Dirawat di RSPP

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Firman Gani saat ini dirawat di RS Pusat Pertamina. Ia menderita demam berdarah dan stroke.

"Kondisinya masih labil cenderung membaik. Beliau dirawat di ruang isolasi lantai 3," ujar seorang teman dekat Firman yang enggan disebut namanya saat dihubungi detikcom, Jumat (18/1/2013).

Menurutnya, trombosit Komjen Firman saat ini 24.000 dan membutuhkan golongan darah O. Sejak 3 bulan lalu, purnawirawan yang juga menjabat sebagai Ketua DPW PAN DKI ini telah bolak-balik ke rumah sakit.

"Kesehatannya naik turun. 2 Bulan yang lalu sudah dibawa ke RSPAD untuk pengobatan mikro nuklir," tuturnya.

Dia mengungkapkan, sebelum dilarikan ke rumah sakit, Firman tengah mengikuti pengajian yang diadakan di kantornya, Jalan Wolter Monginsidi, Jakarta Selatan. Di tengah pengajian, tiba-tiba ia tampak gelisah dan anggota badannya sebelah kiri tidak dapat digerakkan. Keluarganya langsung melarikannya ke rumah sakit pada Jumat (18/1/2013), pukul 20.00 WIB.

"Tapi saat itu ia masih sadar, minta dibawa ke dokter langganannya di RS Brawijaya. Karena tutup, kita bawa ke RSPP," ujarnya.

Firman mulai tak sadarkan diri pukul 22.00 WIB. Saat ini, anggota badan purnawirawan polisi tersebut masih belum dapat digerakkan. Ia juga belum sadarkan diri. Namun anggota keluarga sudah diperbolehkan untuk menjenguk.

"Bantuan golongan darah sudah ada beberapa dari PMI Kramat. Namun saat ini masih dibutuhkan," tutupnya.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
84%
Kontra
16%