Detik.com News
Detik.com

Jumat, 18/01/2013 18:53 WIB

Ratusan Mobil Terjebak di 'Danau' Pluit foto

Prins David Saut - detikNews
Ratusan Mobil Terjebak di Danau Pluit
Jakarta - Diperkirakan ada dua ribuan warga yang terjebak banjir sedalam 1,5 meter di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Selain itu kemungkinan juga ada seratusan unit mobil milik warga yang tidak sempat dievakuasi dari banjir.

"Ratusan mobil warga terjebak di garasinya, banyak sekali. Cuman satu atau dua mobil yang berhasil dievakuasi. Totalnya ada tiga yang saya lihat berhasil dievakuasi sejak pagi," kata Akiong, seorang tokoh masyarakat setempat.

Akiong menyebutkan hal ini di Posko Siaga Banjir Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (18/1/2013). Ia mengaku kenal betul dengan kawasan Pluit dan beberapa warga yang berhasil dievakuasi menyapa hangat dirinya.

"Mobil yang dievakuasi itu nggak nyala mesinnya, didorong," tambah Akiong.

Salah satu mobil yang berhasil dievakuasi adalah Jazz warna silver dari arah Jalan Pluit Barat pada pukul 17.00 WIB. Mobil ini didorong oleh 10 pria dewasa.

"Airnya sampai ke dalam, saya evakuasi karena takut rusak parah," kata pemilik mobil yang enggan disebutkan namanya.

Hingga saat ini ketinggian air di Pluit tidak menunjukkan penurunan debit air yang berarti. Sejumlah perahu masih tetap hilir mudik mencari warga yang masih terjebak banjir.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(vid/lh)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%