detikcom
Jumat, 18/01/2013 08:17 WIB

Bus 'Bandel' Masih Nyangkut di Taman Pembatas Jalan Teuku Umar

Ahmad Toriq - detikNews
Bus nyangkut (Toriq/detikcom)
Jakarta - Bus 'bandel' yang tersangkut di taman pembatas Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, belum dievakuasi. Bus umum jenis patas itu terjebak saat hendak berputar 'menginjak' taman.

Pantauan detikcom di Jalan Teuku Umar, Jumat (18/1/2013) pukul 07.00 WIB, ban belakang bus itu terbenam ke dalam tanah. Pengemudi ataupun kernet tak terlihat ada di sekitar lokasi. Namun ada seorang polisi yang sedang melihat-lihat bus 'bandel' itu.

Menurut salah seorang penjaga rumah yang ada di pinggir Jalan Teuku Umar, bus itu sudah terjebak sejak kemarin.

"Biarin aja nggak ada yang mau nolong," kata salah seorang penjaga rumah pinggir Jalan Teuku Umar, Yudi.

Yudi menuturkan, bus itu hendak memutar dengan melewati taman pembatas jalan karena jalur tersebut macet. Namun, karena tanah di taman itu sudah lembek akibat diguyur hujan, ban belakangnya ambles dan menyebabkan bus itu tak bisa jalan.

Hingga saat ini belum terlihat ada upaya evakuasi terhadap bus tersebut. Lalin di Jalan Teuku Umar tak terganggu di dua arah karena memang intensitas kendaraan masih sepi.


Disiksa dan Tidak Digaji Selam 15 Bulan, 2 PRT di Medan Kabur Dari Rumah Majikannya. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(trq/fdn)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    58%
    Kontra
    42%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000