Detik.com News
Detik.com
Jumat, 18/01/2013 07:50 WIB

Ini Data Ketinggian Air di Sejumlah Pintu Air di Jakarta

Ferdinan - detikNews
Jakarta - Hujan masih mengguyur Jakarta. Sejumlah ruas jalan ada yang masih tergenang air. Bahkan di beberapa wilayah banjir masih tinggi. Sejumlah pintu air di Jakarta pun masih menetapkan status siaga.

Data TMC Polda Metro Jaya, Jumat (18/1/2013) yang bersumber dari Humas DKI Jakarta, ketinggian di sejumlah pintu air di atas rata-rata.

Berikut data dari TMC Polda Metro:

1. Humas DKI Jakarta: Status Tinggi Muka Air di Karet, Jumat (18/01) Jam 07.00 WIB. Tinggi: 680 cm, Cuaca: Mendung, Status: SIAGA I (Kritis)

2. Humas DKI Jakarta: Tinggi Muka Air di Sunter Utara, Jumat (18/01) Jam 07.00 WIB. Tinggi: 180 cm, Cuaca: Mendung, Status: SIAGA I (Kritis)

3. Humas DKI Jakarta: Tinggi Muka Air di Sunter Hulu, Jumat (18/01) Jam 07.00 WIB.Tinggi: 150 cm, Cuaca: Mendung, Status: SIAGA III (Waspada)

4. Humas DKI Jakarta: Tinggi Muka Air di Pesanggrahan, Jumat (18/01) Jam 07.00 WIB. Tinggi:160 cm, Cuaca:Mendung, Status: SIAGA III (Waspada)

5. Humas DKI Jakarta: Tinggi Muka Air di Manggarai, Jumat (18/01) Jam 07.00 WIB. Tinggi: 910 cm, Cuaca: Mendung, Status: SIAGA II (Rawan)

6. Humas DKI Jakarta: Status Tinggi Muka Air di Depok, Jumat (18/01) Jam 07.00 WIB. Tinggi: 330 cm, Cuaca: Mendung, Status: SIAGA II (Rawan)


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ndr/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%