detikcom
Jumat, 18/01/2013 07:42 WIB

Mengejutkan! Ayah Bocah SD di Jaktim Mengaku Sebagai Pelaku Pemerkosaan

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari kasus dugaan pemerkosaan atas bocah kelas V SD di Jaktim. Ayah korban kepada penyidik mengaku sebagai orang yang menyetubuhi anaknya itu. Bocah SD itu telah meninggal dunia karena radang otak yang dideritanya.

"Dihadapan penyidik ayah kandung korban mengaku telah melakukan hal tersebut, tapi pengakuannya belum bisa dijadikan acuan apakah dia pelakunya atau tidak," ujar kuasa hukum keluarga, Djarot Widodo saat ditemui di Mapolres Jakarta Timur, Kamis (17/1/2013).

Entah apa alasan ayah korban mengaku. Sempat beredar kabar, pengakuan itu guna menutupi pelaku lain. Tapi Djarot enggan berspekulasi.

"Kemarin saya dihubungi kepolisian polres Jakarta Timur untuk mendampingi ketiga orang anggota keluarga," jelasnya.

Ada 3 orang dari keluarga itu yang diperiksa polisi. Ayah korban, serta dua kakak laki-lakinya. Salah seorang kakak laki-lakinya masih tinggal bersama orang tua dan menjadi tulang punggung keluarga.

Polisi juga sudah melakukan rekonstruksi terkait pengakuan ayah korban itu. Rekonstruksi dilakukan pada Rabu (16/1). Tapi pihak kepolisian menegaskan belum ada tersangka dalam kasus ini. Walau ada 3 orang yang diperiksa intensif.

"Dalam proses pengungkapan pelaku tidak hanya dari pengakuan tersangka, karena itu bisa dibantahkan ketika telah masuk pengadilan, sedangkan saksi korban diketahui telah meninggal, kemudian keterangan saksi ahli sudah kita dapat dan telah kita BAP, dan barang bukti yang didapatkan dilapangan," papar Kapolres Jaktim Kombes Pol Mulyadi Kaharni.

(edo/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel