Detik.com News
Detik.com
Jumat, 18/01/2013 07:40 WIB

Foto-foto Banjir Dahsyat Jakarta

Ari Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto-foto Banjir Dahsyat Jakarta Bundaran HI Kamis kemarin (foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Para wartawan detikcom, baik fotografer maupun reporter, memotret banjir dahsyat Jakarta Kamis (17/1/2013) kemarin, dari berbagai titik. Sejumlah pembaca juga membagi hasil jepretannya kepada para pembaca.

Banjir Kamis kemarin merupakan banjir yang lebih besar dibanding 2007. Ancaman banjir yang lebih besar masih di depan mata, karena diperkirakan curah hujan yang lebih tinggi akan terjadi pada beberapa hari mendatang.

Musibah banjir ini telah membuat Jakarta lumpuh. Kawasan bisnis, terutama Jalan Sudirman dan Thamrin tergenang. Kendaraan tidak bisa melintas. Sejumlah tempat juga seperti menjadi lautan, sehingga banyak masyarakat mengungsi.

Berikut sebagian foto-foto momen penting sekaligus memprihatinkan itu:

1. Kawasan HI-Tosari Nyaris Gelap Gulita

2. Ular Sanca Muncul di Tengah Banjir

3. Tol Dalam Kota Masih TerendamNext

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asy/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%