detikcom
Jumat, 18/01/2013 01:23 WIB

Hendak Dijadikan Santapan, 600 Kucing Diselamatkan di China

Rini Friastuti - detikNews
Beijing - Sebanyak 600 ekor kucing di sebuah truk diselamatkan oleh aktivis penyayang binatang ketika akan dibawa ke sebuah restoran untuk dijadikan bahan makanan di pusat kota Changsa, China bagian Selatan.

Seperti yang dilansir oleh AFP, Jumat (18/1/2013), aktivis penyayang binatang China menemukan kucing-kucing tersebut setelah truk yang membawa mereka mengalami kecelakaan di jalan. Ketika para aktivis menemukan, hewan ini dikurung di dalam 50 kandang bambu tanpa suplai makanan dan minuman selama berhari-hari.

"Jelas sekali pemilik kucing ini tidak peduli apakah mereka hidup atau mati, karena tidak ada suplai makanan dan minuman dan mereka dikurung di dalam truk selama berhari-hari," ujar seorang aktivis.

Para aktivis kemudian menawar kucing-kucing ini sebesar 10.000 yuan atau sekitar Rp 1,6 juta untuk kemudian akan diadopsi oleh beberapa keluarga di Changsa, China.

Kucing umumnya tidak dijadikan bahan makanan di restoran China. Tetapi di daerah selatan, hewan tersebut menjadi salah satu bahan makanan.

Penyelamatan hewan ini bukan yang pertama kali dilakukan di China. Sebuah konvoi truk yang membawa sekitar 500 anjing untuk dijual sebagai daging dihentikan oleh aktivis di jalan raya Beijing pada tahun 2011.






Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fdn/fdn)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%