Berkurangnya mahasiswa akan turunkan pemasukan
Jumlah calon mahasiswa di Inggris untuk tahun ajaran 2013 menurun.
Berkurangnya 30.000 calon mahasiswa di Inggris tahun ini dalam jangka panjang akan menyebabkan kehilangan pemasukan sebesar Pound 6,6 miliar.
Perkiraan yang dilakukan Million+ itu didasarkan pada selisih pendapatan rata-rata antara tamatan
pendidikan tinggi dengan tamatan sekolah menengah yang mencapai 27%.
Menurut Million+ seorang tamatan universitas di
Inggris akan mendapat pemasukan ekstra Pound 115.000 sepanjang hidupnya dan gelar S2 akan memberi tambahan lebih lanjut sebesar Pound 59.000.
Itu berarti pemasukan bagi negara lewat pajak sebesar Pound 94.000 dari setiap tamatan universitas.
Nilai tersebut sekitar 10% lebih besar dari biaya yang dikelurkan pemerintah Inggris untuk membiayai perguruan tinggi.
Perhitungan ini diungkapkan ditengah-tengah laporan
menurunnya jumlah calon mahasiswa di Inggris.
Resesi dan uang kuliah
Para mahasiswa menggelar protes menentang kenaikan uang kuliah di Inggris pada tahun 2010.
Walaupun resesi membuat orang lebih berhati-hati untuk memutuskan melanjutkan pendidikan ke universitas, penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tetap lebih baik di pasar tenaga kerja yang ketat.
Sebuah penelitian di Amerika Serikat beberapa waktu lalu memperihatkan
gelar universitas
membawa manfaat dalam bursa lapangan kerja.
Selain resesi, masih ada lagi faktor biaya yang semakin tinggi karena universitas di Inggris sudah diizinkan untuk menetapkan uang kuliah sampai Pound 9.000 per tahun.
Kenaikan uang kuliah ini sempat diprotes oleh para mahasiswa, yang mendapat fasilitas pinjaman lunak untuk mendukung biaya universitas.
Jumlah calon mahasiswa Inggris yang mendaftarkan diri di universitas hingga tanggal 17 Desember 2012 turun sekitar 6,3% dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Hingga pertengahan Desember tercatat 265.730 calon mahasiswa yang mendaftar untuk tahun akademik yang akan dimulai September 2013.
Walau dilaporkan akan ada lonjakan pendaftaran dari masa itu hingga tanggal pendaftaran akhir Selasa 15 Januari, diduga tidak akan sampai menyamai jumlah mahasiswa tahun lalu.
(bbc/bbc)
-
Rabu, 19/06/2013 18:51 WIB
Isotop Beracun Ditemukan Dalam Air Tanah di Seputar PLTN Fukushima
-
Rabu, 19/06/2013 16:51 WIB
Penundaan perundingan Afghanistan-AS
-
Rabu, 19/06/2013 14:55 WIB
Teater di London Suguhkan Pertunjukan dalam Kegelapan
-
Rabu, 19/06/2013 11:59 WIB
Shah Rukh Khan Diduga Langgar Larangan USG
-
Rabu, 19/06/2013 11:51 WIB
Chrysler akan menarik 2,7 juta Jeep
-
Rabu, 19/06/2013 16:42 WIB
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
-
Rabu, 19/06/2013 13:07 WIB
Ini 5 Penampakan Aksi 'Tikus' di Bandara
-
Rabu, 19/06/2013 15:37 WIB
Saat Syekh Tifatul Dipanggil Bro
-
Rabu, 19/06/2013 11:27 WIB
Astaga! Ibu Hamil di Lembata Dimakan Buaya
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Saling Lontar Sindiran, Kubu Tifatul dan Anis Matta Adu Kuat di PKS?
-
Rabu, 19/06/2013 14:08 WIB
Celoteh Jokowi tentang Kecelakaan hingga Jarang Berbaju Lengan Pendek
-
Rabu, 19/06/2013 06:27 WIB
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
-
Rabu, 19/06/2013 21:45 WIB
Dipanggil Bro, Tifatul: Mahfudz Siddiq Masih Belajar Bahasa Inggris
-
432 Komentar
-
359 Komentar
-
260 Komentar
-
231 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
196 Komentar
-
183 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
-
Rabu, 19/06/2013 20:38 WIB
Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Sandera Mobil Plat Merah di Yogyakarta
-
Rabu, 19/06/2013 19:54 WIB
Menko Kesra: Kabut Asap Singapura Bukan Hanya dari Indonesia
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.
