BBC Indonesia
Kamis, 17/01/2013 22:40 WIB

Berkurangnya mahasiswa akan turunkan pemasukan

BBCIndonesia.com - detikNews
Mahasiswa di Inggris

Jumlah calon mahasiswa di Inggris untuk tahun ajaran 2013 menurun.

Berkurangnya 30.000 calon mahasiswa di Inggris tahun ini dalam jangka panjang akan menyebabkan kehilangan pemasukan sebesar Pound 6,6 miliar.

Perkiraan yang dilakukan Million+ itu didasarkan pada selisih pendapatan rata-rata antara tamatan pendidikan tinggi dengan tamatan sekolah menengah yang mencapai 27%.

Menurut Million+ seorang tamatan universitas di Inggris akan mendapat pemasukan ekstra Pound 115.000 sepanjang hidupnya dan gelar S2 akan memberi tambahan lebih lanjut sebesar Pound 59.000.

Itu berarti pemasukan bagi negara lewat pajak sebesar Pound 94.000 dari setiap tamatan universitas.

Nilai tersebut sekitar 10% lebih besar dari biaya yang dikelurkan pemerintah Inggris untuk membiayai perguruan tinggi.

Perhitungan ini diungkapkan ditengah-tengah laporan menurunnya jumlah calon mahasiswa di Inggris.

Resesi dan uang kuliah

Unjuk rasa mahasiswa

Para mahasiswa menggelar protes menentang kenaikan uang kuliah di Inggris pada tahun 2010.

Walaupun resesi membuat orang lebih berhati-hati untuk memutuskan melanjutkan pendidikan ke universitas, penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tetap lebih baik di pasar tenaga kerja yang ketat.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat beberapa waktu lalu memperihatkan gelar universitas membawa manfaat dalam bursa lapangan kerja.

Selain resesi, masih ada lagi faktor biaya yang semakin tinggi karena universitas di Inggris sudah diizinkan untuk menetapkan uang kuliah sampai Pound 9.000 per tahun.

Kenaikan uang kuliah ini sempat diprotes oleh para mahasiswa, yang mendapat fasilitas pinjaman lunak untuk mendukung biaya universitas.

Jumlah calon mahasiswa Inggris yang mendaftarkan diri di universitas hingga tanggal 17 Desember 2012 turun sekitar 6,3% dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga pertengahan Desember tercatat 265.730 calon mahasiswa yang mendaftar untuk tahun akademik yang akan dimulai September 2013.

Walau dilaporkan akan ada lonjakan pendaftaran dari masa itu hingga tanggal pendaftaran akhir Selasa 15 Januari, diduga tidak akan sampai menyamai jumlah mahasiswa tahun lalu.

(bbc/bbc)



ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%