Detik.com News
Detik.com
Kamis, 17/01/2013 16:28 WIB

Banjir di Ruko Boulevard Barat Kelapa Gading Sama Parahnya dengan Tahun 2007

Niken Widya Yunita - detikNews
 Banjir di Ruko Boulevard Barat Kelapa Gading Sama Parahnya dengan Tahun 2007
Jakarta - Banjir terjadi di Ruko Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakarta Barat, setinggi 50-60 cm. Banjir tahun ini di lokasi tersebut mirip dengan banjir tahun 2007.

"Tahun ini banjirnya sama parahnya dengan tahun 2007.Tahun 2007 banjirnya 2 hari," ujar Erizz, seorang karyawan di kawasan Boulevard Barat, Kelapa Gading, kepada detikcom, Kamis (17/1/2013).

Menurut Erizz, banjir mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WIB hari ini. Hingga kini, air belum surut.

"Hujannya deras," katanya.

Karena banjir, lanjut Erizz, ruko-ruko di Boulevard Barat hampir semuanya tutup. Bahkan kendaraan seperti motor sulit untuk menembus banjir.

Sementara itu, di sekeliling Mal MOI Kelapa Gading dan Mal Kelapa Gading juga banjir. Namun banjir tidak masuk ke mal.

"Orang-orang dari perumahan Kelapa Gading sudah tidak bisa ke mal. Apalagi orang yang dari luar perumahan Kelapa Gading juga nggak bisa ke mal itu," kata Erizz yang tinggal di kawasan Cipinang itu.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%