detikcom
Kamis, 17/01/2013 14:20 WIB

Banjir di Basement Plaza UOB Bagai Tsunami yang Menyeramkan

Mulya Nurbilkis - detikNews
Basement UOB Plaza/Bilkis
Jakarta - Banjir di Jl MH Thamrin, Jakarta, memendam basement Gedung Plaza UOB. Petugas Parkir Abdul Hakim yang selamat setelah berjam-jam terjebak di basement 1 gedung tersebut berbagi cerita.

Sekitar pukul 09.00 WIB air mulai memasuki basement Plaza UOB. Namun pengelola gedung belum memerintahkan semua karyawan untuk evakuasi diri dan mobil-mobil di dalamnya.

"Awalnya air masuk biasa setinggi mata kaki. Jadi gedung memasang bak pasir supaya air tidak masuk. Tapi tiba-tiba air masuk sangat kencang seperti tsunami kuat banget, saya langsung terseret dan menabrak mobil-mobil yang masih terparkir," kisah Abdul Hakim yang terjebak banjir di basement 1 Gedung Plaza UOB di Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (17/1/2013), sejak pukul 09.30 WIB.

Abdul Hakim baru bisa menghirup udara bebas setelah ditolong tim seadanya sekitar pukul 14.00 WIB. Dia masih shock berat tubuhnya terhempas air cokelat gelap yang saat ini sudah menenggelamkan semua basement Plaza UOB.

"Awalnya saya mau menyelamatkan dua orang lainnya mas, dua orang cleaning service. Tapi saya nggak bisa, talinya nggak sampai. Mereka berdiri di atas mobil, tapi terhempas ke basement 2," kata Abdul Hakim lirih.

Abdul Hakim yang sehari-hari bekerja di perusahaan Auto Parking di basement Plaza UOB itu pun kini tengah menjalani pengobatan. Badannya kesakitan dihempaskan banjir menabrak mobil-mobil yang terparkir di dalamnya.

Sementara proses evakuasi sampai saat ini masih terus berlangsung. Pihak pengelola gedung belum melibatkan tim SAR dalam evakuasi ini.


Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
56%
Kontra
44%