Detik.com News
Detik.com
Kamis, 17/01/2013 14:15 WIB

Hari ke-94 Jokowi

Jokowi Blusukan Sore-Malam Salurkan Bantuan Banjir

Ray Jordan - detikNews
 Jokowi Blusukan Sore-Malam Salurkan Bantuan Banjir
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kerja nonstop mengatasi banjir Ibukota. Ia makin rajin blusukan mengecek kantong-kantong korban banjir dan menyalurkan bantuan.

"Saya tiap hari, nggak sore nggak malam ke lapangan terus. Nanti coba kita cek mana yang belum, mau kita drop, mungkin saya ikut menyalurkan nanti," kata Jokowi saat ditanya apakah akan blusukan hari ini.

Hal ini disampaikan Jokowi usai rapat membahas banjir di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (17/1/2013).

Jokowi telah memerintahkan jajaran Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta untuk siap siaga di lapangan.

"Tadi Pak Menko sudah disampaikan juga ke Polda juga untuk semua ada di lapangan dari kepolisian. Saya nggak ngerti, itu tindakan lapangan nggak semua saya ketahui," ujar Jokowi.

Tentang masalah air bersih, Jokowi belum mendapatkan laporan.

Namun demikian, Jokowi berharap bantuan bagi korban banjir bisa disalurkan secepatnya.

"Baru tadi pagi ini banjirnya. Semua juga baru kita gerakkan. Mudah-mudahan siang ini sudah mendapat bantuan semua. (Jalan Arus, Cawang) kemarin sudah dikirim bantuan," kata Jokowi yang berbatik warna coklat ini.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/asy)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%