detikcom
Kamis, 17/01/2013 14:07 WIB

Setelah Biawak di Thamrin, Kini Muncul Ular Piton di Banjir Benhil

Rachmadin Ismail - detikNews
foto: Rizki/pembaca
Jakarta - Tak hanya biawak, ular piton juga terlihat di lokasi banjir di Jakarta. Kali ini, warga melihat penampakan ular besar itu di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Salah seorang warga Benhil, Rizki Herdiansyah, melaporkan penemuan ular ini. Menurut dia, ular bernama latin Python reticulatus itu memiliki panjang dua meter.

"Seekor ular piton menjadi tontonan warga Benhil, Jakpus, pada saat terjadi banjir," kata Rizki, dalam informasi ke redaksi detikcom, Kamis (17/1/2013).

Menurut Rizki, ular itu ditangkap saat banjir menggenangi wilayah Benhil setinggi pinggang orang dewasa. Hingga pukul 13.00 WIB, banjir di lokasi tersebut masih belum surut.

Piton adalah jenis ular yang tak berbisa, namun memiliki daya lilit kuat yang luar biasa.

Selain ular, warga juga sebelumnya menemukan biawak di kawasan Sarinah dan Menteng, Jakarta Pusat.

Aktivis dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) sudah bergerak untuk mencari hewan-hewan yang 'terdampar' akibat banjir. Mereka akan mengevakuasi hewan itu agar tak dibunuh.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mad/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%