Detik.com News
Detik.com
Kamis, 17/01/2013 09:18 WIB

Ketinggian Air di Manggarai Lebih dari 975 Cm, Air Meluap

Gagah Wijoseno - detikNews
Ketinggian Air di Manggarai Lebih dari 975 Cm, Air Meluap
Jakarta - Hujan tidak henti-hentinya mengguyur Jakarta secara merata dari pukul 00.00 WIB. Akibatnya, pada pukul 09.00 WIB, pintu air Manggarai tidak lagi mampu membendung ketinggian air yang telah melebihi batas maksimal kemampuan pintu air itu.

Pantauan detikcom di pintu air Manggarai, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2013), pintu air Manggarai dipenuhi derasnya air yang telah melebihi 975 Cm. Ketinggian permukaan air ini melewati ketinggian pintu.

Akibat meluapnya air, terowongan yang menghubungkan Manggarai dengan Tambak menjadi tergenang dan memutus arus lalu lintas. Sejumlah kendaraan terpaksa memutar balik melalui jalan alternatif, yakni terowongan lama di dekat lokasi.

Sebelumnya, ketinggian air di pintu air Manggarai juga melebihi kemampuan pintu yang menutup saluran air menuju Jalan Medan Merdeka. Jika kondisi hujan terus seperti ini, maka Istana Merdeka dan sekitarnya tidak luput dari ancaman banjir.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%