Detik.com News
Detik.com
Rabu, 16/01/2013 08:49 WIB

Banjir 1 Meter, Sekolah Favorit di Jakarta SMU 8 Libur

Rivki - detikNews
Banjir 1 Meter, Sekolah Favorit di Jakarta SMU 8 Libur
Jakarta - Banjir setinggi 1 meter merendam SMU 8 di kawasan Bukit Duri, Jaksel. SMU favorit dan terbaik di Jakarta itu pun meliburkan aktivitas belajar mengajarnya.

Pantauan detikcom, Rabu (16/1/2013) air merendam di lantai 1 bangunan sekolah itu. Praktis sulit bagi siswa dan guru untuk melakukan aktivitas belajar mengajar. Bukan hanya itu saja, perjalanan menuju ke sekolah itu pun tertutup karena banjir.

Sekolah itu dekat dengan Sungai Ciliwung. Sekolah ini pun memang menjadi langganan banjir. Selain sekolah ini, Balai Yasa tempat perbaikan kereta, yang terletak di seberang sekolah juga menghentikan aktivitas perbaikan kereta. Di kawasan Balai Yasa, air menggenang 70 Cm.

Sementara itu, kawasan pemukiman penduduk di sekitar area ini juga terendam banjir 1 meter. Hanya lantai dua bangunan rumah saja yang aman. Penduduk pun sudah mengungsi ke posko banjir.

Tim SAR dengan perahu karet juga sudah bersiaga. Tim penyelamat bersiap di daerah pinggir banjir. Tim melakukan evakuasi untuk warga yang membutuhkan pertolongan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%