Rabu, 16/01/2013 02:25 WIB

JAT Pertanyakan Alasan Pemindahan Ba'asyir ke LP Pasir Putih

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - Pemindahan Abu Bakar Ba'asyir dari LP Batu ke LP Super Maksimum Security Nusakambangan merupakan bentuk dari intimidasi. Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) mempertanyakan maksud dari pemindahan tersebut.

"Pemindahan mendadak ini merupakan bentuk intimidasi yang dilakukan oleh penguasa thaghut kepada Ustad. Setelah beberapa hari sebelumnya terjadi pelanggaran HAM berat oleh Densus 88 yang membunuh 7 muslim di Makassar dan Bima," ujar Juru Bicara Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Son Hadi, dalam keterangan persnya, Rabu (16/1/2013).

Son Hadi mengatakan pemindahan ini dilakukan agar mendapat simpati dan dukungan dari Amerika dalam melanggengkan perang terhadap terorisme. Padahal Ba'asyir senantiasa memberikan nasehat kepada penguasa agar kembali kepada syariat Islam.

"Seruan Ustad Abu Bakar Ba’asyir pada penguasa untuk kembali pada syare’at Allah adalah semata amanah da’wah yang beliau emban. Adapun penentangan serta permusuhan terhadap da’wah hanyalah mengundang bala’ dan bencana dari Allah dan pemindahan ustad," terangnya.

Sebelumnya Kalapas Batu, Hermawan Yunianto membenarkan informasi pemindahan Baasyir pada pukul 17.00 WIB tadi. Namun pemindahan itu lebih karena alasan kemanusiaan.

"LP Batu sudah over load soalnya," kata Hermawan kepada detikcom, Selasa (15/1/2013).

Menurut Hermawan, kapasitas napi yang ada di Lapas ini sudah mencapai 405 orang. Padahal kapasitas maksimunya hanya 230 orang saja.

Kondisi itulah yang dijadikan alasan pemindahan Baasyir ke LP Pasir Putih. "Kan kasihan Pak Baasyir, sudah sesepuh, biar dapat udara lebih banyak," terang Hermawan lagi.

Saat dipindahkan, tidak ada keberatan dari Baasyir. Terpidana teroris itu pun saat ini dalam kondisi sehat.

(ndu/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    73%
    Kontra
    27%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close