detikcom
Rabu, 16/01/2013 00:24 WIB

Kisah 6 Petugas SAR Satpol PP yang Telah Evakuasi 300 Warga di Kp Pulo

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Tim SAR mengevakuasi warga di Kp Pulo Jakarta Timur (Foto: Edward/detikcom)
Jakarta - 6 Petugas SAR dari Satpol PP Pemprov DKI sejak siang sibuk mengevakuasi warga di kawasan padat penduduk Kampung Pulo, Jakarta Timur. Hingga tengah malam mereka telah mengevakuasi lebih dari 300 warga yang menjadi korban banjir.

"Evakuasi masih akan terus dilakukan hingga warga tidak ada yang meminta evakuasi kembali," kata Pimpinan Tim SAR tersebut, Bambang Sulistyo, yang ditemui di Kampung Pulo, Jakarta Timur, Selasa (15/1/2013) pukul 23.45 WIB.

Bambang menuturkan timnya telah melakukan evakuasi sejak siang hari. Mereka menggunakan sebuah perahu motor dan dua perahu karet milik dinas pemadam kebakaran Jakarta Timur.

"Kita melakukan evakuasi dari tadi siang, tidak terhitung berapa orang yang sudah kita evakuasi, mungkin sudah sekitar 300 orang. Setengah jam lalu dua orang manula dan satu orang ibu-ibu berhasil kita evakuasi," tutur Bambang.

Bambang mengatakan ada beberapa kendala yang dihadapi timnya dalam melakukan evakuasi di Kampung Pulo. Di antaranya adalah banyaknya pohon bambu yang tinggi dan merintangi jalur evakuasi di daerah tersebut. Ketinggian air yang terus meningkat juga menjadi kendala tersendiri bagi tim yang tak kenal lelah itu.

"Kendala lainnya sampah-sampah yang menyangkut di motor perahu, sehingga perahu sempat tidak bisa berjalan," ujar Bambang.

Tim SAR juga menemui kesulitan untuk mengevakuasi warga yang tinggal di gang sempit. Perahu yang digunakan tak bisa menjangkau rumah-rumah yang berada di gang. Solusinya mereka membuat rakit bambu. Setelah diangkut menggunakan rakit bambu, barulah mereka dipindahkan ke perahu karet yang telah menunggu di mulut gang.

Kendala lainnya adalah tak didengarnya imbauan Tim SAR yang telah meminta warga Kampung Pulo untuk mengungsi sejak siang. "Sebenarnya dari siang tadi kami sudah mengimbau warga agar mereka mengungsi, tapi mereka kebanyakan masih bertahan, umumnya yang ada di lantai dua. Sekarang ketika air sudah makin tinggi baru mereka minta dievakuasi," ujar Bambang.

Hingga saat ini Tim SAR yang dipimpin Bambang masih melakukan evakuasi. Saat wawancara berlangsung ada satu perahu karet yang baru saja tiba membawa dua orang dewasa dan tiga balita dari arah permukiman. Warga yang telah dievakuasi diungsikan ke kantor RW, Sudinkes, RS Hermina, Mushola, dan GOR Jaktim.

"Kalau pemadam kebakaran pantang pulang sebelum padam, kami pantang pulang sebelum surut," pungkas Bambang.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(trq/mok)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%