detikcom
Selasa, 15/01/2013 19:44 WIB

Hari ke-92 Jokowi

Jokowi Soal 6 Ruas Tol: Semuanya Setengah Main, Semua Masukan Dipikir

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Nasib 6 ruas tol mentah lagi. Usai menggelar dengar pendapat publik mengenai 6 ruas jalan tol di Balai Kota DKI Jakarta, Gubernur DKI Jokowi mengaku belum memutuskan nasib 6 ruas jalan tol. Dia masih memikirkan dulu semua masukan warga tadi.

"Ini tentang masukan, kemudian masyarakat bisa menyampaikan pendapatnya. Tadi kan sudah saya sampaikan, bahwa saya tidak mau melanggar etika kebijakan pubik, makanya kita melakukan uji publik seperti ini. Saya jadi tahu jalan tolnya seperti itu, tapi sekali lagi ini sudah proses setengah main. Saya mendapatkan info ini saat setengah main. Ini juga yang masyarakat harus mengerti, semuanya setengah main, monorel setengah main, gimana caranya saya manage supaya bisa dijalankan," kata Jokowi.

Hal itu disampaikan Jokowi usai dengar pendapat publik tentang 6 ruas tol di Balai Agung, Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa 15/1/2013).

Kesimpulan dari dengar pendapat warga tadi, imbuhnya, banyak sekali. Jokowi memaklumi bila ada yang pro dan ada yang kontra.

"Tapi inilah demokrasi, jadi partisipasi publik dibuka semuanya sehingga ngerti. Tadi kan semua jadi terbuka, kapan tendernya, ternyata sudah September 2012. Siapa konsorsiumnya semua jadi ngerti. Persentase berapa, semua jadi ngerti," tuturnya.

Proses dengar pendapat publik inilah yang akan terus dilakukan, tak hanya pada proyek 6 ruas jalan tol, tapi juga proyek monorel.

"Biar nggak ada pikiran-pikiran negatif, saya kira ini penting," jelas dia.

Jadi proyek 6 ruas jalan tol belum diputuskan? "Dipikir, semua masukan tadi dipikir," jawab mantan Wali Kota Solo ini.

Pekan lalu Jokowi menuturkan, dia setuju-setuju megaproyek itu asal mengakomodasi transportasi massal. Dia mengaku persetujuannya juga bukan akibat tekanan pemerintah pusat. Hal ini memicu protes dari kubu yang kontra dan Jokowi dianggap menyalahi janji kampanyenya dalam Pilgub lalu.


(nwk/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel