detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:12 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 15/01/2013 17:47 WIB

Yenny Wahid: Jokowi Berpeluang Jadi Capres 2014

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Putri mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, melihat potensi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden (capres). Menurut Yenny, jika Jokowi sukses memimpin Jakarta, Jokowi punya peluang diusung di Pilpres 2014.

"Jika 2014 dilihat capaiannya sudah baik, nah itu punya peluang. Sekarang orang-orang sudah cerdas, melihat calon dari track records," kata Yenny saat ditanya soal peluang Jokowi di Pilpres 2014.

Hal ini disampaikan Yenny di Kantor Bawaslu, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (15/1/2013). Yenny ke Bawaslu dalam rangka mengadukan KPU yang tidak meloloskan partainya ke Pemilu 2014.

Namun yang jelas, menurut Yenny, lima tahun masa kerja Jokowi di DKI Jakarta akan dipantau rakyat. Kalau tak maju di Pilpres 2014, bukan tak mungkin Jokowi diusung jadi capres di Pemilu berikutnya.

"Menurut saya Jokowi akan dinilai dulu selama 5 tahun ke depan, apa bisa membawa perubahan besar di Jakarta. Jika nanti mampu melaksanakan janji-janjinya pas Pilkada, dan membuat perubahan berarti, dia layak untuk dipertimbangkan," kata Yenny.

Yenny yang saat ini menjabat ketua umum Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) tak berniat maju Pilpres 2014. Partainya pun tak diloloskan KPU ke Pemilu 2014.

"Nggak, saya belum ada niat. Saya masih punya bayi kecil. Saya masih harus banyak belajar, melihat permasalahan yang ada. Kalau tidak tahu permasalahannya bagaimana bisa mencarikan solusi. Saya tidak mau ikut-ikutan nyapres," kata Yenny.

Secara pribadi Yenny menyarankan semua capres blusukan seperti Jokowi."Saya minta semua capres blusukan, supaya tahu kondisi masyarakat sebenarnya. Oh di pedalaman ada kondisi seperti ini, ini harus diperhatikan, pemerataan pembangunan juga harus dilihat," pungkasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(van/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close