Selasa, 15/01/2013 16:53 WIB

Soal 6 Ruas Tol, Jokowi: 100 Persen Saya Belum Ngerti Bener

Ray - detikNews
Jakarta - Meski Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pernah menyatakan persetujuan 6 ruas tol dalam kota dengan syarat, ternyata dia belum mengerti betul konsep yang disodorkan konsorsium yang tergabung dalam Jakarta Tollroad Development (JTD).

"Terus terang, saya ngaku apa adanya bahwa 100 persen saya memang belum ngerti bener mengenai 6 ruas jalan tol ini," kata Jokowi setelah public hearing di Ruang Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

"Tetapi setelah tadi saya mendengarkan, saya sekarang mungkin baru 90 persen dan nanti kalau ada yang mau menambahi saya mengerti 100 persen bener," imbuhnya.

Jokowi berpendapat, dalam penetapan pembangunan yang hingga saat ini terus menerus menuai pro-kontra itu, dirinya ingin menjadi pejabat publik yang tidak melanggar etika dan kebijakan.

"Dan 6 ruas jalan tol ini akan benar-benar saya setujui bila ini memang lahir dari sebuah kebutuhan yang wajar dari masyarakat, bukan dari kepentingan bisnis," kata Jokowi.

Pekan lalu Jokowi menyatakan setuju-setuju saja 6 tol dalam kota itu dibangun tapi dengan syarat harus mengakomodasi transportasi massal. Pernyataannya ini menuai kritik dari para penentang pembangunan itu karena dianggap tidak konsisten dengan janji kampanyenya saat Pilgub.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ahy/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close