detikcom
Selasa, 15/01/2013 14:53 WIB

5 dari 7 Korban Tewas Kecelakaan di Padang Pariaman Siswa & Guru SMA

Yonda Sisko - detikNews
Padang - Dari 7 korban tewas dalam kecelakaan maut di Jalan Raya Padang-Bukittinggi, kawasan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, 5 di antaranya adalah anggota keluarga besar SMA 1 Batang Anai Padang Pariaman. Sedangkan, 2 korban lainnya adalah sopir angkutan kota dan siswi SMP 1 Batang Anai.

"Seluruh korban meninggal berasal dari angkutan kota, termasuk sopir. Sebagian besar korban meninggal adalah siswa dan guru SMA 1 Batang Anai," ujar Kasat Lantas Polres Padang Pariaman, Iptu Teuku Heri Hermawan, kepada detikcom melalui telepon, (15/1/2013).

Dikatakan Teuku, tabrakan melibatkan angkutan kota dengan nomor polisi BA 2892 FE dengan mobil travel dari Padang Sidempuan bernopol BB 1130 FP. Tabrakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB.

Sementara itu, staf Humas RSUP M Djamil, Gustafianov mengatakan, selain 19 korban luka-luka, pihaknya hanya menerima satu korban meninggal atas nama Jalimar, guru SMU 1 Batang Anai. Jalimar diperkirakan meninggal dalam perjalanan dari lokasi kecelakaan menuju RSUP M Djamil.

Untuk melihat langsung kondisi korban, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno juga menyempatkan diri melakukan kunjungan ke RSUP M Djamil Padang.

Berikut data korban tewas dan luka-luka dalam kecelakaan maut tersebut:

Korban yang meninggal dunia
1. Citra wulan dari, SMA 1 Batang Anai, Padang Sarai (sudah dibawa keluarga)
2. Laura Sintia, SMP 1 Batang Anai, Simpang Lalang Padang (sudah dibawa keluarga)
3. Samsurizal, sopir angkot, Kabun Pasar Usang (sudah dibawa keluarga)
4. Fauzi Agustian, SMA 1 Lubuk Alung, Singgalang Padang (sudah dibawa keluarga)
5. Yunisa Afridisma, SMU 1 Batang Anai, (sudah dibawa keluarga)
6. Jalimar, guru sma 1 batang Anai, Mega Permai (RS. M DJamil Padang)
7. Deni Alisa, SMU 1 Batang Anai

Korban luka-Luka di RS M Djamil:
1. Nizar, asal Padang Sidempuan, penumpang travel.
2. Yusrina, Padang Sidempuan, penumpang travel.
3. Asmar Polung, sopir travel, asal Padang Sidempuan
4. Ahmad Sanusi Pane, Padang Sidempuan, penumpang travel.
5. M. Raja Rahman, Padang Sidempuan, penumpang travel.
6. Puri Sardila, Padang Sidempuan, penumpang travel.
7. Elmi Suriani, Padang Sidempuan, penumpang travel.
8. Masayu Nurhalimah, Padang Sidempuan, penumpang travel.
9. Arianto, Padang Sidempuan, penumpang travel.
10. Reski Gusdi Prinanda, pelajar SMP N 1 Batang Anai, penumpang angkot Kopaba.
11. Wira, pelajar SMUN 1 Batang Anai, penumpang angkot Kopaba.
12. Deni Ariska Putri, asal Talang Jala, penumpang angkot Kopaba.
13. Fani Andika, penumpang angkot Kopaba.
14. Magisra, pelajar SMUN 1 Batang Anai, penumpang angkot Kopaba.
15. Tisa Septian, pelajar SMUN 1 Batang Anai, penumpang angkot Kopaba.
16. Deni Alisa, pelajar SMUN 1 Batang Anai, penumpang angkot Kopaba.
17. Miranti Rahayu, pelajar SMUN 1 Batang Anai, penumpang angkot Kopaba.
18. Jihat Arif, pelajar SMP YAPI, penumpang angkot Kopaba.
19 Agus Hari, pelajar SMPN 1 Batang Anai, penumpang angkot Kopaba.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(yon/try)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%