Selasa, 15/01/2013 12:14 WIB

Hakim Daming Menangis Meminta Maaf soal 'Candaannya'

Andi Saputra - detikNews
Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Calon hakim agung M Daming Sunusi meminta maaf ke masyarakat Indonesia atas candaannya bahwa 'pemerkosaan dan korban sama-sama menikmati' di depan Komisi III DPR. Daming mengaku di luar kontrol karena tekanan psikologis fit and propers test calon hakim agung.

"Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, dari lubuk yang paling dalam," kata Daming kepada detikcom di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (15/1/2013).

"Saya menyadari kata-kata itu tidak pantas diucapkan oleh siapa pun, termasuk calon hakim agung. Saya sungguh sangat menyesal," sambung hakim yang baru saja menjabat Ketua PT Palembang.

Namun demikian Daming menyadari ucapan itu telah menjadi bubur. Pria yang telah 29 tahun menjabat menjadi hakim dan sedang mengikuti uji seleksi sebagai calon hakim ini lagi-lagi mengulangi permeminta maafnya.

"Saya sampaikan permintaan maaf, kepada masyarakat, media massa, komnas PA, YLBHI dan pemerhati hukum. Terus terang saya sangat membenci ucapan ini, tapi entah mengapa...," ujar Daming sambil menyeka air matanya.


(asp/lh)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    86%
    Kontra
    14%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel