Detik.com News
Detik.com

Selasa, 15/01/2013 09:12 WIB

Banjir di Daan Mogot, TransJ Kalideres-Harmoni Stop Operasi

Andi Saputra - detikNews
Banjir di Daan Mogot, TransJ Kalideres-Harmoni Stop Operasi foto: risdy/pembaca
Jakarta - Jakarta yang diguyur hujan semalaman membuat ruas jalan lumpuh. Seperti terlihat di Jalan Daan Mogot Raya, lalu lintas terputus karena ada banjir di seputaran kantor Samasat.

"(Kendaraan) Pada balik semua, termasuk busway (TransJ)," kata warga Jakarta Barat, Risdiyanto, kepada detikcom, Selasa (15/1/2013).

Risdi tengah menunggu bus TransJ di Sumur Bor menuju Harmoni. Tetapi setelah 1 jam menunggu bus tak kunjung datang. Tak berapa lama, petugas halte menempel papan informasi di halte 'Busway Tutup karena Banjir/Macet'.

"Kata petugas belum tahu kapan beroperasi lagi," ujar karyawan yang bekerja di Sudirman Central Business Center (SCBD) ini.

Menurut petugas, busway Koridor III ini hanya beroperasi pada pagi hari gelombang pertama. Setelah berangkat dari Kalideres tak ada satu pun bus yang kembali ke terminal karena terjebak macet.

"Banjirnya di dekat kantor Samsat," tutur Risdi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%