detikcom
Selasa, 15/01/2013 08:33 WIB

Gaji Rp 45 Juta, Daming 'Pemerkosa & Korban Saling Menikmati' Lukai Rakyat

Andi Saputra - detikNews
M Daming Sanusi (dok.ma)
Jakarta - Candaan Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banjarmasin, Muhammad Daming Sunusi tentang perkosaan saat fit and proper test calon hakim agung banjir kecaman. Candaan itu dilontarkan saat dirinya ditanya soal hukuman yang pantas bagi pelaku perkosaan.

"Per 1 Januari 2013, Ketua Pengadilan Tinggi naik gaji melangit, sekarang Rp 45 juta/bulan. Sadarkah Darming betapa rakyat memberikan apresiasi yang sangat besar buat dia sebagai KPT, tapi mengapa dia tidak sensitif pada rakyat," kata Ketua Satgas Perlindungan Anak (PA), M Ihsan dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (15/1/2013).

Menurut Satgas PA, pernyataan Daming calon hakim agung yang melukai perasaan korban pemerkosaan dan keluarga. Sebagai hakim, Daming tidak mempunyai perpsektif korban perkosaan dan melukai rasa keadilan.

"Menghimbau Daming minta maaf pada masyarakat atas pernyataannya dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai hakim karena tidak memiliki perspektif korban. Sebab ke depan akan banyak masyarakat jadi korban jika Daming masih bertugas sebagai hakim," cetus Ihsan.

Atas perspektif Daming ini, maka Ihsan mendesak DPR tidak meloloskan Daming menjadi hakim agung karena telah melukai perasaan rakyat. Tidak hanya itu, Satgas PA juga mendesak DPR untuk meminta Ketua MA mencopot Daming dari jabatannya sebagai KPT.

"Menghimbau masyarakat agar melaporkan pada lembaga terkait jika ada aparat penegak hukum baik dalam penyidikan maupun pengadilan melakukan pelecehan atau menyakiti perasaan korban dan keluarga," tegas Ihsan.

Seperti diketahui, pernyataan serius mengenai kejahatan pemerkosaan diajukan oleh anggota Komisi III dari Fraksi PAN, Andi Azhar, kepada Daming Sunusi yang menanyakan pendapat Daming mengenai hukuman mati bagi pemerkosa. Pertanyaan terlontar dalam fit and proper test calon hakim agung di DPR.

"Yang diperkosa dengan yang memperkosa ini sama-sama menikmati. Jadi harus pikir-pikir terhadap hukuman mati," kata Daming.

Usai fit and proper test, Daming ditanya lagi oleh wartawan atas pernyatan pemerkosa dan yang diperkosa sama-sama enak. Daming berkilah jawaban tersebut untuk mencairkan suasana.

"Saya lihat kita terlalu tegang, supaya ketegangan itu berkuranglah. Tadi kan ketawa sebentar," jawab Daming.


Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV

(asp/rvk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000