detikcom
Selasa, 15/01/2013 07:46 WIB

Akhir Kisah Sedih Tucuxi

M. Rizal - detikNews
Jakarta - Tucuxi bagi Danet Suryatama adalah cerita sedih. Ia memendam kecewa mendalam kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Danet adalah satu dari Pandawa Putra Petir yang direkrut Dahlan untuk mengembangkan mobil listrik. Selain Danet, Dahlan juga merekrut Dasep Ahmadi, Ravi Desai, Mario Rivaldi dan Ricky Elson. Kelima orang yang dipilih Dahlan sejak 18 Maret 2012 itu bekerja terpisah. Masing-masing mengerjakan prototipe versinya sendiri.

Danet sudah membuat konsep Tucuxi sejak 2008. Awalnya, Danet berniat menjual model mobil ini di Amerika Serikat (AS). Namun, semua berubah setelah Danet diminta Dahlan bergabung dalam Pandawa Putra Petir. Danet pun melepaskan kariernya selama 11 tahun di pabrik mobil AS.

Ia memilih pulang ke tanah air demi menyelesaikan prototipe Tucuxi yang dipesan Dahlan. Namun Danet tidak memiliki bengkel yang sanggup membuat model mobil itu. Ia kemudian bertemu Kunto Wibisono, manajer marketing dari Kupu-Kupu Malam Auto Fashion dan bersepakat untuk menjadi rekan kerja pembuatan Tucuxi.

“Selama pembuatan Tucuxi, saya pernah tertidur di dalamnya karena kecapaian, serta makan dan salat di dekatnya,” kata suami Ir. Ninien Wahyu Lestari, MBA itu.

***

Tulisan lengkapAkhir Kisah Sedih Tucuxi bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 59, 14 Januari 2013). Edisi ini mengupas tuntas Tucuxi Dahlan Iskan dengan tema‘Drama Tucuxi Dahlan’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik hukum ‘Vonis Tandus Mommy Angie’, Kriminal‘Teka-teki Pemerkosa Bocah RI’, Ekonomi TDL ‘Tersengat Harga Setrum’, berita komik‘Persalinan di Udara’,Gaya Hidup‘Flores Si Pulau Ular’,rubrik Seni Hiburan dan review film‘Gending Sriwijaya’, WKWKWK ‘Dendangan Rhoma untuk Bu Ani’,serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download diapps.detik.comdan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
MustRead close