detikcom
Senin, 14/01/2013 11:47 WIB

Duh! Bebas dari Penjara, Pria India Perkosa dan Bunuh Anak 9 Tahun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Ilustrasi (AFP)
New Delhi, - Seorang pria India telah ditangkap karena memperkosa dan membunuh seorang anak perempuan. Parahnya, pria berusia 32 tahun itu baru beberapa bulan bebas dari penjara karena kasus serupa.

Pria bernama Sunil Suresh alias Pappu Salve tersebut ditangkap pada Sabtu, 12 Januari lalu atas penculikan seorang bocah berumur 9 tahun dari kota Shirdi, distrik Ahmednagar di Maharashtra pada 28 Desember 2012. Dia kemudian memperkosa anak tersebut dan membunuhnya.

Seperti dilansir media Press Trust of India, Senin (14/1/2013), Salve ditangkap dekat stasiun kereta api di distrik Nashik oleh kepolisian Shirdi. Sebelumnya, Salve pernah ditangkap pada tahun 2003 silam atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang anak perempuan di daerah Sinnar, distrik Nashik.

Pengadilan Negeri Nashik pun menjatuhkan vonis mati untuk Salve. Namun pria itu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Bombay dan dibebaskan dari hukuman mati.

Namun Salve tetap harus mendekam di penjara atas kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang diajukan terhadapnya pada tahun 2002. Kemudian karena dianggap berkelakuan baik selama dalam tahanan, pria itu dibebaskan dari penjara Nashik pada 28 Mei 2012.

Namun tak lama setelah pembebasannya, Salve menculik bocah 9 tahun tersebut dan memperkosa serta membunuhnya pada 28 Desember 2012 lalu. Dia kemudian membuang jasad korban ke tempat terasing dekat stasiun keret apai Shirdi. Tubuh membusuk korban ditemukan pada Jumat, 11 Januari malam lalu.

Marah atas insiden tersebut, warga Shirdi turun ke jalan-jalan untuk mengecam peristiwa itu. Massa juga menuntut adanya hukuman berat bagi terdakwa.


(ita/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%