detikcom
Senin, 14/01/2013 09:12 WIB

Bersaing di Pilpres, Ini Pesan Farhat Abbas untuk Rhoma Irama

Ferdinan - detikNews
Foto: Akun Twitter Farhat
Jakarta - Farhat Abas rupanya sangat percaya diri maju pilpres 2014. Ia yakin bisa mengungguli saingannya Rhoma Irama yang juga ngebet ingin nyapres.

Bagi Farhat, Rhoma terlalu 'uzur' untuk maju sebagai bakal capres. "Saatnya yang muda yang memimpin. Yang muda mengambil alih kepemimpinan bangsa karena selama ini amanah yang diberikan dijalankan dengan sia-sia," Kata Farhat saat dihubungi detikcom Minggu, (13/1/2013) malam.

Farhat lantas berpesan agar Rhoma berpikir ulang dengan pencalonannya. Indonesia kata dia butuh pemimpin muda yang bisa mengatasi persoalan klasik seperti kemiskinan dan kebodohan.

"Pesan buat Bang Rhoma, jangan fokus ke lagu dangdut tapi fokus ke persoalan-persoalan itu. Jangan sampai kayak Jokowi banyak janji di kampanye, tapi nggak terealisasi," sindir Farhat di akhir perbincangan.

Sebelumnya, pengacara kondang itu memang telah menyatakan diri sebagai Capres 2014 dengan visi memajukan seni budaya bangsa. Meski belum diketahui dari partai apa pengacara muda itu akan nyapres.

"Saya siap maju sebagai capres muda. Saya ingin memajukan seni budaya bangsa Indonesia," terang Farhat Rabu (26/12/2012).

Bahkan, Farhat juga sudah memasang beberapa baliho fotonya dengan tulisan 'Wajib Sumpah Pocong untuk Tak Korupsi dan Tak KKN'. Farhat menilai hal itu sebagai komitmen pejabat agar tak korupsi.

"Saya jadi capres siap sumpah pocong. Calon pejabat juga harus berani sumpah pocong," ucapnya.


Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fdn/slm)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%