Minggu, 13/01/2013 20:26 WIB

Lagi, Perkosaan Beramai-ramai di India

BBCIndonesia.com - detikNews
Punjab Lagi, kasus pemerkosaan beramai-ramai mengguncang India. Kali ini seorang wanita berusia 29 menjadi korban.

Polisi mengatakan ia diculik oleh sopir dan kondektur saat berada di atas bus di negara bagian Punjab, pada Jumat malam (11/01).

Korban dibawa ke satu bangunan dan di sini lima orang lainnya bergabung dan wanita tersebut diperkosa berkali-kali.

Belum diketahui apakah korban juga mengalami penganiyaan.

Enam tersangka telah ditangkap polisi, seorang lagi masih buron.

Perkosaan beramai-ramai ini terjadi hanya beberapa pekan setelah kasus serupa menimpa seorang mahasiswi kedokteran berusia 23 tahun di Delhi.

Ia diperkosa bergiliran di atas bus, dipukuli dengan tongkat besi, dan kemudian dilemparkan keluar dari kendaraan.

Korban mengalami cedera parah dan perawatan lanjutan di Singapura tidak bisa menyelamatkan nyawanya.

Kasus ini membuat marah warga di seluruh negeri yang dilampiaskan dengan aksi turun ke jalan selama berhari-hari.

Mereka menuntut perlindungan yang lebih besar kepada kaum perempuan dan mendesak pemerintah memperberat hukuman untuk para pemerkosa.
(bbc/bbc)

  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%