Minggu, 13/01/2013 15:59 WIB
Farhat: Selamatkan 4 Terpidana dari Eksekusi Mati, Saya Pantas Jadi Capres!
"Saya ini lawyer yang berhasil menyelamatkan 4 terpidana dari eksekusi mati, jadi bukan hanya modal ganteng saja," kata Farhat saat dihubungi, Minggu (13/1/2013).
Keempat terpidana kasus narkoba yang lolos dari hukuman mati adalah Meirika Franola alias Ola, Tan Duc Tan Nguyen, Si Yi Chen, dan Mathew James Norman. "Yang terakhir itu warga Australia," sebutnya.
Menurut Farhat, kepiawaiannya mendampingi klien dalam perkara hukum harus jadi catatan penting bagi masyarakat untuk memilih capres nantinya.
"Saya kan lawyer yang sudah menyelamatkan terpidana yang harusnya eksekusi mati. Ini bukti saya sebagai anak muda bisa berbuat sesuatu. Gol Maradona saja dibilang tangan Tuhan, apalagi saya yang sudah menyelamatkan 4 terpidana pantas jadi capres," beber suami Nia Daniati ini.
Farhat menambahkan, keinginannya menjadi capres bukan candaan. Dirinya berkomitmen untuk menegakkan hukum termasuk mengembangkan seni dan budaya Indonesia.
"Program sumpah pocong untuk anti KKN itu harus didukung dong. Itu komitmen saya kalau jadi presiden, karena pemimpin harus tegas," ujar suami Nia Daniati ini.
Sebagai langkah awal, Farhat mulai menyosialisasikan diri sebagai capres dengan memasang baliho di sejumlah jalan protokol. Farhat juga mengaku tengah membentuk tim di sejumlah daerah untuk menyukseskan pencalonannya.
(fdn/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Kapal Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Selat Malaka
680 share this. -
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
593 share this. -
Hidayat Nur Wahid Tak Tahu Luthfi Pernah Cerita Soal Indoguna
422 share this. -
Satpol PP Jaktim Bantah Ada Anggotanya Pukuli PKL
420 share this. -
Blokir Jalan Klender, Ban Belasan Mobil dan Angkot Dikempesi
409 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 18/05/2013 11:38 WIB
Dibalut Seragam Barindo, Gita Wirjawan Tegaskan Siap Maju Capres
-
Sabtu, 18/05/2013 11:27 WIB
Jalan Berliku Mengeksekusi Mati Pembunuh Sadis Jurit dan Ibrahim
-
Sabtu, 18/05/2013 11:13 WIB
Eksekusi Tanah di Klender Batal, Arus Lalin Dibuka Warga
-
Sabtu, 18/05/2013 10:48 WIB
Kapal Malaysia Tertangkap Curi Ikan di Selat Malaka
-
Sabtu, 18/05/2013 10:39 WIB
FPD Akui Gerah dengan Terungkapnya Absensi Bolos Anggota DPR
-
Sabtu, 18/05/2013 11:19 WIB
Jalan Berliku Mengeksekusi Mati Pembunuh Sadis Jurit dan Ibrahim
-
Sabtu, 18/05/2013 09:28 WIB
Pesan di Balik Eksekusi Mati 3 Pembunuh Sadis Jurit Cs
-
Sabtu, 18/05/2013 11:29 WIB
Dibalut Seragam Barindo, Gita Wirjawan Tegaskan Siap Maju Capres
-
Sabtu, 18/05/2013 11:48 WIB
Malas Kerja, Tukang Pos di Italia Menimbun 400 Kg Surat di Rumahnya
-
Sabtu, 18/05/2013 09:48 WIB
Blokir Jalan Klender, Ban Belasan Mobil dan Angkot Dikempesi
-
Sabtu, 18/05/2013 10:36 WIB
Ada 8 Catatan Kriminal Geng Motor Klewang
-
Sabtu, 18/05/2013 10:39 WIB
FPD Akui Gerah dengan Terungkapnya Absensi Bolos Anggota DPR
-
Sabtu, 18/05/2013 11:13 WIB
Eksekusi Tanah di Klender Batal, Arus Lalin Dibuka Warga
-
400 Komentar
-
260 Komentar
-
242 Komentar
-
223 Komentar
-
220 Komentar
-
213 Komentar
-
202 Komentar
-
200 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,835.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 05:40 WIB
Kejaksaan Agung: Penahanan GM SLS Chevron Sah!
-
Sabtu, 18/05/2013 02:34 WIB
Hidayat Nur Wahid Tak Tahu Luthfi Pernah Cerita Soal Indoguna
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
