Minggu, 13/01/2013 15:59 WIB

Farhat: Selamatkan 4 Terpidana dari Eksekusi Mati, Saya Pantas Jadi Capres!

Ferdinan - detikNews
Foto: Akun twitter Farhat
Jakarta - Farhat Abbas tak mau ambil pusing niatnya menjadi bakal calon presiden 2014 mendapat komentar miring. Selain ketampanan wajah, prestasinya sebagai pengacara juga jadi modal utama Farhat bersaing di 2014.

"Saya ini lawyer yang berhasil menyelamatkan 4 terpidana dari eksekusi mati, jadi bukan hanya modal ganteng saja," kata Farhat saat dihubungi, Minggu (13/1/2013).

Keempat terpidana kasus narkoba yang lolos dari hukuman mati adalah Meirika Franola alias Ola, Tan Duc Tan Nguyen, Si Yi Chen, dan Mathew James Norman. "Yang terakhir itu warga Australia," sebutnya.

Menurut Farhat, kepiawaiannya mendampingi klien dalam perkara hukum harus jadi catatan penting bagi masyarakat untuk memilih capres nantinya.

"Saya kan lawyer yang sudah menyelamatkan terpidana yang harusnya eksekusi mati. Ini bukti saya sebagai anak muda bisa berbuat sesuatu. Gol Maradona saja dibilang tangan Tuhan, apalagi saya yang sudah menyelamatkan 4 terpidana pantas jadi capres," beber suami Nia Daniati ini.

Farhat menambahkan, keinginannya menjadi capres bukan candaan. Dirinya berkomitmen untuk menegakkan hukum termasuk mengembangkan seni dan budaya Indonesia.

"Program sumpah pocong untuk anti KKN itu harus didukung dong. Itu komitmen saya kalau jadi presiden, karena pemimpin harus tegas," ujar suami Nia Daniati ini.

Sebagai langkah awal, Farhat mulai menyosialisasikan diri sebagai capres dengan memasang baliho di sejumlah jalan protokol. Farhat juga mengaku tengah membentuk tim di sejumlah daerah untuk menyukseskan pencalonannya.





Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fdn/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%