Detik.com News
Detik.com
Minggu, 13/01/2013 15:11 WIB

Banjir di Depan Mangga Dua Square & WTC Mangga Dua Masih 50 Cm

Danu Damarjati - detikNews
Banjir di Depan Mangga Dua Square & WTC Mangga Dua Masih 50 Cm (Foto: Danu Damarjati)
Jakarta - Banjir di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Utara, masih menggenang sekitar 50 cm atau selutut orang dewasa. Banjir yang terjadi tepat di depan Mangga Dua Square dan WTC Mangga Dua itu membuat kendaraan berjalan pelan. Akibatnya, macet!

Pantauan detikcom, Minggu (13/1/2013) pukul 14.30 WIB, Jalan Gunung Sahari banjir selutut orang dewasa ke arah Ancol, tepatnya di depan Mangga Dua Square sepanjang 500 meter. Karena itu pengendara motor lebih berhati-hati melintas. Ada yang melipir ke pinggir, ada yang tetap nekat menerobos banjir. Terlihat satu-dua motor mogok setelah nekat melewati genangan. Sementara pengendara mobil melalui banjir itu dengan pelan.

Hal ini membuat lalu lintas di Jalan Gunung Sahari arah Ancol di depan pusat perdagangan itu tersendat sekitar 600 meter, menjelang Mangga Dua Square hingga depan WTC Mangga Dua.

Sementara banjir juga terjadi di Jalan Gunung Sahari arah Senen, tepatnya di depan WTC Mangga Dua. Pemandangan yang sama terlihat, mengakibatkan arah ke Senen agak tersendat 500 meter, mulai menjelang WTC Mangga Dua hingga Mangga Dua Square. Namun demikian sudah ada polisi lalu lintas yang mengatur di lokasi.

Banjir ini juga terjadi di Jalan Budi Mulia yang bersimpangan dengan Jalan Gunung Sahari. Jalan yang dipenuhi pemukiman padat ini sudah banjir sejak subuh.

"Ini banjir sudah dari subuh dari jam 5-an pagi. Ini sudah biasa. Kalau di Jalan Budi Mulia sampai lutut. Ini luapan dari Kali Ciliwung," kata Yayat, warga RT 16 RW 7, Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Sementara cuaca di lokasi masih mendung, namun gerimis sudah berhenti.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%