detikcom
Sabtu, 12/01/2013 18:17 WIB

Din: Politik Muhammadiyah Adalah Politik Moral

Nur Khafifah - detikNews
Jakarta - Sebagai organisasi masyarakat yang bernafaskan Islam, Muhammadiyah menegaskan untuk tidak terjun ke politik. Namun ormas yang berdiri 1912 ini menjalankan politik moral.

"Muhammadiyah tidak berpolitik dalam artian praksis. Namun demikian, Muhammadiyah tidak apolitik," ucap Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin dalam pernyataanya, usai menerima kunjungan delegasi Asosiasi Belia Islam Malaysia (ABIM), di Jakarta, Sabtu (12/01/2013).

Din mengatakan, politik Muhammadiyah adalah politik moral. Muhammadiyah membebaskan warganya untuk berpolitik. Sebab, hal ini penting sebagai salah satu sarana berdakwah di partai politik.

"Politik Muhammadiyah adalah politik moral. Kader dan warga Muhammadiyah ada di semua partai politik," tutur Din.

Din juga menyatakan, pihaknya berupaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Muhammadiyah dan Islam di partai politik. "Ini kesempatan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Muhammadiyah dan Islam di partai politik," jelas Din.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fjp/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 02/10/2014 18:15 WIB
    Dato Sri Tahir: Saya Sudah Nikmati Lunch dari TNI
    Gb Dato Sri Tahir, konglomerat terkaya nomor 12 di Indonesia, diangkat menjadi penasihat Panglima TNI Jenderal Moeldoko. Tahir pun menyumbang 1.000 rumah untuk prajurit. Kontroversi pun merebak. Apa imbalan yang Tahir dapat?
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
59%
Kontra
41%