detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 14:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 12/01/2013 16:25 WIB

Bahasa Isyarat Dikira Kode Musuh, Pria Tuna Rungu Ditikam Anggota Geng

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
North Carolina - Gara-gara bahasa isyarat, seorang pria tuna rungu di North Carolina, Amerika Serikat (AS) diserang oleh anggota geng setempat. Rupanya para anggota geng tersebut salah memahami bahasa isyarat yang dilakukannya, sebagai kode geng musuhnya. Duh!

Saat kejadian, pria tuna rungu bernama Terrance Ervin Daniels (45) ini sedang mengobrol dengan temannya yang juga tuna rungu dengan bahasa isyarat. Percakapan keduanya ini dilihat oleh seorang anggota geng setempat.

Parahnya, si anggota geng mengira bahasa isyarat menggunakan tangan tersebut merupakan kode-kode khusus yang digunakan geng musuh. Si anggota geng itupun langsung mendekati Daniels dan menikamnya dengan pisau dapur. Anggota Kepolisian Burlington, Sersan Mark Yancey, menuturkan penikaman terjadi lebih dari satu kali.

Salah satu warga setempat melihat aksi brutal ini dan langsung menelepon polisi. Demikian seperti dilansir news.com.au, Sabtu (12/1/2013).

Daniels kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan atas luka tusukan yang dialaminya. Menurut Sersan Yancey, hingga Sabtu pagi kondisi Daniels dilaporkan cukup stabil.

Sementara itu, si pelaku penusukan berhasil dibekuk oleh aparat setempat. Pelaku yang diketahui bernama Robert Jarell Neal dan berusia 22 tahun itu, kini dalam penahanan polisi.

Dalam kasus ini, Neal dijerat pasal berlapis, mulai tindak penyerangan dengan menggunakan senjata mematikan dengan niat untuk membunuh, kemudian tindak penyerangan yang menimbulkan luka serius dan tindak penyerangan terhadap warga yang cacat.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nvc/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%