detikcom
Sabtu, 12/01/2013 16:25 WIB

Bahasa Isyarat Dikira Kode Musuh, Pria Tuna Rungu Ditikam Anggota Geng

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
North Carolina - Gara-gara bahasa isyarat, seorang pria tuna rungu di North Carolina, Amerika Serikat (AS) diserang oleh anggota geng setempat. Rupanya para anggota geng tersebut salah memahami bahasa isyarat yang dilakukannya, sebagai kode geng musuhnya. Duh!

Saat kejadian, pria tuna rungu bernama Terrance Ervin Daniels (45) ini sedang mengobrol dengan temannya yang juga tuna rungu dengan bahasa isyarat. Percakapan keduanya ini dilihat oleh seorang anggota geng setempat.

Parahnya, si anggota geng mengira bahasa isyarat menggunakan tangan tersebut merupakan kode-kode khusus yang digunakan geng musuh. Si anggota geng itupun langsung mendekati Daniels dan menikamnya dengan pisau dapur. Anggota Kepolisian Burlington, Sersan Mark Yancey, menuturkan penikaman terjadi lebih dari satu kali.

Salah satu warga setempat melihat aksi brutal ini dan langsung menelepon polisi. Demikian seperti dilansir news.com.au, Sabtu (12/1/2013).

Daniels kemudian dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapat perawatan atas luka tusukan yang dialaminya. Menurut Sersan Yancey, hingga Sabtu pagi kondisi Daniels dilaporkan cukup stabil.

Sementara itu, si pelaku penusukan berhasil dibekuk oleh aparat setempat. Pelaku yang diketahui bernama Robert Jarell Neal dan berusia 22 tahun itu, kini dalam penahanan polisi.

Dalam kasus ini, Neal dijerat pasal berlapis, mulai tindak penyerangan dengan menggunakan senjata mematikan dengan niat untuk membunuh, kemudian tindak penyerangan yang menimbulkan luka serius dan tindak penyerangan terhadap warga yang cacat.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%