detikcom
Jumat, 11/01/2013 15:58 WIB

Berbekal Sketsa Wajah, Polisi Ringkus Perampok Toko Emas di Pondok Aren

E Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Kurang dari 24 jam sejak waktu kejadian, dua pelaku perampokan di toko emas 'Sejahtera' di Pondok Aren, Tangerang, berhasil dibekuk polisi. Kedua tersangka berinisial FZM (17) dan AS alias Sueb (18) ditangkap pada Kamis (10/1) dinihari kemarin.

Kapolres Tangerang Kabupaten Kombes Pol Bambang P Andogo mengatakan, perampokan itu terungkap berkat sketsa wajah kedua pelaku.

"Pasca peristiwa, Polresta Tangerang melakukan olah TKP dengan seksama, mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari TKP. Kami berhasil mengidentifikasi pelaku berdasarkan sketsa wajah pelaku yang dibuat oleh ahli sketsa wajah sesuai keterangan para saksi dari karyawan toko emas. Segera setelah mengidentifikasi pelaku, Satuan Reskrim melakukan penyelidikan di wilayah Tangerang," jelas Bambang kepada detikcom, Jumat (11/1/2013).

Delapan jam setelah kejadian, polisi menangkap FZM (19) di rumahnya di Kelurahan Tanah Tinggi, Tangerang pada Kamis, 10 Januari 2013, sekitar pukul 00.30 WIB. Di rumah FZM, polisi menyita 1 unit motor jenis Revo yang dipakai para pelaku ke TKP, termasuk beberapa pakaian dan syal yang dipakai para pelaku.

"Pasca merampok, para pelaku ternyata berkumpul dan konsolidasi di rumah FZM," kata Bambang.

Berdasarkan keterangan FZM, polisi kemudian menangkap pelaku lain berinisial AS alias Sub (18) di SPBU Daan Mogot, Tangerang pada siang harinya sekitar pukul 13.30 WIB. Saat hendak dilakukan penangkapan, AS sempat membuang bungkusan plastik.

"Yang ketika dibuka, ternyata ditemukan berbagai perhiasan emas di dalam plastik tersebut," katanya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
62%
Kontra
38%