Jumat, 11/01/2013 15:38 WIB

Suap Seks Rumit, Golkar Usulkan Jasa Seks Dikonversikan Nilainya

Ahmad Juwari - detikNews
Jakarta - Suap seks menjadi pro kontra terkait poembuktian tindak pidana korupsi. Partai Golkar mengusulkan agar jasa seks ini bisa dikonversikan nilainya.

"Dalam kriteria gratifikasikan uang numerik, kalau dalam bentuk jasa, belum diatur, bisa dikonversikan nilainya," kata ketua DPP Partai Golkar Hajriyanto Y Tohari di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (11/1/2013).

Hajriyanto mengakui pengukuran jasa seks ini memang rumit sekali. Selama ini gratifikasi diidentikkan dengan uang di atas Rp 5 juta.

"Karena tarif seks kan gak tau. Kalau lihat film-film, di Amsterdam kan ada tarifnya kan berapa gulden, di negara terbuka bisa terukur. Tapi kalau di Indonesia ngukurnya sulit," tambahnya.

Pria berkacamata bundar ini menegaskan harus ada keberanian dari penegak hukum. Ini merupakan pikiran menarik agar undang-undang lebih kontekstual.

"Mesti dieksplisitkan gratifikasi uang Rp 5 juta atau dalam bentung barang atau jasa dalam nilai seperti itu. Itu menarik," bebernya.

Hajriyanto sendiri mengusulkan adanya revisi UU. No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,"Saya rasa bisa revisi dalam bentuk penjelasan," tambahnya.

UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sendiri menyebutkan, gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.

(gah/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    74%
    Kontra
    26%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel