Detik.com News
Detik.com
Jumat, 11/01/2013 11:11 WIB

Menpora Harus Berkumis? Roy Suryo Tertawa: Itu Terserah SBY

Rivki - detikNews
Menpora Harus Berkumis? Roy Suryo Tertawa: Itu Terserah SBY (Foto: Rivki-Detiknews)
Jakarta - Roy Suryo (44) ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Pria berkumis berganti-ganti menjabat posisi ini, apa kata Roy Suryo?

Saat ditanya apakah syarat Menpora itu memang harus berkumis, Roy pun memberi jawaban. "Ya itu terserah Pak SBY," kata Roy yang berkumis ini, sembari tertawa.

Hal ini disampaikan Roy usai dipanggil Presiden SBY di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/1/2013). Pria berkumis yang menjadi Menpora selama ini adalah Hayono Isman, Adhyaksa Dault dan Andi Mallarangeng.

Roy lantas angkat bicara terkait sejumlah kalangan yang meragukan kemampuannya menjabat posisi Menpora. Roy mengaku akan bekerja keras untuk melakukan pembenahan internal dan eksternal Kemenpora. Roy juga berjanji akan memperbaiki prestasi Indonesia di bidang olahraga.

"Saya dengar itu semua (kritik), memang saya banyak kurangnya. Tapi justru saya terimakasih untuk masukannya. Insya Allah saya berbuat yang terbaik," janji penggemar telematika dan Mercy antik ini.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%