detikcom
Jumat, 11/01/2013 05:47 WIB

BMKG: Angin Kencang & Hujan Masih akan Melanda Jakarta Dalam 2 Hari Ini

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Sepanjang hari kemarin, angin kencang dan hujan melanda sejumlah wilayah di pulau Jawa, termasuk Jakarta. Untuk dua hari ke depan, angin kencang masih berpotensi terjadi. Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada.

Kepala Pusat Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Mulyono Prabowo mengatakan siklon tropis Narelle yang menjadi penyebab munculnya angin kencang di wilayah Jawa dan Bali saat ini masih terjadi di lautan Hindia, sekitar 800 km sebelah selatan pulau Bali.

"Memang intensitasnya (siklon tropis) cenderung naik dan masih akan berlangsung 2-3 hari ke depan," ujar Mulyono saat berbincang dengan detikcom, Kamis (10/1/2013).

Hanya saja, Mulyono menambahkan, siklon tropis tersebut bergerak cenderung menjauhi wilayah Indonesia ke arah barat daya. Tepatnya sejajar dengan pantai barat Australia.

Mulyono mengatakan akibat siklon ini, bukan saja menimbulkan angin kencang, tapi juga gelombang tinggi air laut di sebelah selatan pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Tinggi gelombang mencapai 3-5 meter.

Selain angin kencang, siklon tropis ini juga berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas rendah hingga sedang. Di Jakarta, menurut Mulyono, kemungkinan hujan ini akan turun secara merata.

"Besok (hari ini) angin dengan kecepatan 20-30 km per jam relatif bisa muncul. Curah hujan juga berpotensi turun, meskipun dengan intesitas menurun dibanding 2 hari lalu," kata Mulyono. Next

Halaman 1 2
(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%