Jumat, 11/01/2013 04:50 WIB

Di Mata Teman-teman, Roy Suryo Figur Anak Muda Idealis dan Kreatif

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Figur atau sosok Roy Suryo di mata teman-teman sekolah adalah seorang anak muda yang penuh idealisme dan kreatifitas. Hobi yang aneh-aneh menjadi ciri anak muda yang kreatif ini.

"Saya kenal dia sudah sejak lama sekitar 30 tahunan. Sejak di SMP 5 dan SMA 3 Yogyakarta bahkan hingga kuliah Fisipol di UGM," ungkapkan KRMT Indro 'Kimpling' Suseno kepada detikcom, Kamis (10/1/2013).

Menurut Kimpling panggilan terpilih atau tidak Roy Suryo, siapapun yang menjadi menpora itu harus ada. Sebab menteri itu dipilih oleh presiden. Tugas dan tanggungjawab seorang menteri juga besar.

"Menpora harus bisa membuat olahraga dan pemuda Indonesia tidak terpuruh lagi dan maju," katanya.

Dia mengatakan Roy Suryo yang selama ini dikenalnya banyak mempunyai hobi yang aneh-aneh. Hal itu dapat dilihat dari hobi di bidang otomotif yakni mengoleksi mobil Mercy dan fotografi.

"Hobi yang aneh-aneh itu sering jadi ciri anak muda dan tidak demi uang," katanya.

Menurut Kimpling, terlepas dari seorang anggota Partai Demokrat, jabatan yang bakal diemban Roy Suryo bila terpilih nanti sangatlah singkat dan berat. Namun dia mempunyai tanggungjawab yang besar dan mampu menjawab semua tantangan. Dia harus membenahi dan mengejar ketertinggalan baik di bidang olahraga dan kepemudaan.

"Dia juga harus bisa memisahkan antara politik dan olahraga yang benar. Dia harus bisa membuktikannya. Dia sosok yang unik. Semoga dia bisa mengumpulkan energi positifnya," kata pimpinan Majalah Kabare Yogya itu.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bgs/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
57%
Kontra
43%