Jumat, 11/01/2013 01:35 WIB

Dua Pelajar Tewas Terseret Arus Pantai Kemala Beach

Robert - detikNews
Samarinda - Dua pelajar SMA Negeri 6 Balikpapan, Kalimantan Timur, Asriandi (16) dan Doni (16), ditemukan tewas di pantai Kemala Beach pada Kamis (10/1/2013) malam. Sebelumnya, kedua pelajar itu terlihat asik berenang di pinggir pantai tersebut sore harinya.

Keterangan yang dihimpun detikcom, korban Asriandi ditemukan sekitar pukul 20.50 WITA, sementara Doni ditemukan sekitar pukul 22.00 WITA.

"Kedua jenazah dibawa ke RS Bhayangkara, rumah sakit terdekat dengan lokasi kejadian," kata Kepala Kantor SAR Balikpapan, Iwan Rosadi, saat dihubungi detikcom, Kamis (10/1/2013) malam.

Iwan menerangkan, kedua korban sebelumnya terlihat sedang asik bermain bola di pinggir pantai bersama rekan-rekannya sekitar pukul 16.30 WITA sore. Usai bermain bola, keduanya dan rekannya berenang di sekitar pinggir pantai Kemala Beach.

"Berdasarkan keterangan saksi sekaligus rekan korban, kemudian keduanya terseret arus yang memang agak kencang saat kejadian. Berdasarkan data BMKG yang kita dapatkan, kecepatan arus sekitar 1,9 knots," ujar Iwan.

"Begitu kita mendengar informasi kejadian itu, SAR gabungan diterjunkan ke lokasi kejadian dan bergegas melakukan pencarian kedua korban yang masih berstatus pelajar itu," tambahnya.

Sekitar 195 orang personel dari SAR Balikpapan, Polair Polda Kaltim serta Tagana diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.

"Kedua jenazah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, tidak jauh dari awal lokasi mereka berenang usai bermain bola hingga terseret arus," tutup Iwan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
83%
Kontra
17%