detikcom
Kamis, 10/01/2013 20:58 WIB

BMKG: Jakarta Masih Dihembus Angin Kencang Malam Ini, Tapi Bukan Badai

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Sepanjang hari ini, angin kencang melanda Jakarta. Angin kencang ini disebabkan adanya badai tropis di sebelah selatan Bali. Angin dengan kecepatan sedang masih akan terjadi malam ini, namun angin itu bukan badai.

"Malam ini masih (akan terjadi angin kencang), meskipun kekuatan hembusannya akan menurun dibandingkan siang tadi," ujar Kepala Pusat Meteorologi Publik (BMKG) Mulyono Prabowo saat dihubungi detikcom, Kamis (10/1/2013).

Mulyono menjelaskan hingga dua hari ke depan, wilayah Jakarta dan sekitarnya kemungkinan masih akan diterpa angin kencang dengan sedang. Ada tiga kategori hembusan angin, yaitu hembusan normal atau lemah jika angin dengan kecepatan 10-20 Km/jam, hembusan sedang 20-35 km/jam, dan hembusan kuat 35-50 km/jam. Angin kencang yang berhembus di Jakarta hari ini memiliki kecepatan rata-rata 35 km/jam.

"Angin ini sebagai dampak dari dari siklon tropis Narelle yang terjadi di 800 km sebelah selatan Bali, dan sebelah barat laut Australia," tutur Mulyono.

Mulyono membantah malam ini akan ada badai sebagaimana info yang beredar di masyarakat. Sebab menurutnya, angin kencang yang terjadi seperti siang tadi terjadi karena pemanasan oleh matahari.

"Yang kita rasakan ada hembusan angin konsisten, terus menerus, dalam waktu panjang. Tapi akan lebih terasa pada saat siang hari, karena siang udara labil, mudah bergerak. Siang ada pemanasan matahari," kata Mulyono.

Mulyono juga mengatakan, dampak dari siklon tropis ini, kemungkinan Jakarta akan sering dilanda hujan baik pagi, siang hingga malam hari. Namun hujan yang turun dalam intensitas ringan.

"Kalau malam ini, ada potensi hujan. Seperti dari tadi pagi hujan ringan, menjelang siang agak reda. cenderung untuk cuaca cerah. Terus sore berpotensi tumbuh awan lalu hujan, potensi hujan," pungkasnya.

(rmd/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel