Kamis, 10/01/2013 18:21 WIB

Roy Suryo Ditunjuk Jadi Menpora, Andi Mallarangeng Ucapkan Selamat

Ari Saputra - detikNews
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta - Politikus muda Partai Demokrat (PD) Roy Suryo ditunjuk Presiden SBY menjadi Menpora. Mantan Menpora Andi Mallarangeng pun mengucapkan selamat untuk Menpora yang baru.

"Kami untuk Menpora baru, siapapun dia, saya ucapkan selamat," kata Andi saat dimintai tanggapan tentang penunjukan Roy Suryo menjadi Menpora.

Hal ini disampaikan Andi kepada wartawan di kantor Freedom Institue Wisma Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2013).

Andi juga memberikan dukungan penuh kepada Menpora yang baru. Dia siap jika diminta konsultasi terkait program-program yang telah dirancangnya.

"Saya ucapkan selamat, siapa pun apa pun yang bisa saya lakukan untuk menberikan dukungan. Tentu saja dengan senang hati kalau Menpora baru ingin konsultasi dengan saya," katanya.

Ketua FPD DPR Nurhayati Alie Assegaf menuturkan Roy Suryo yang telah ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Menpora telah pamitan dari DPR. Roy telah siap melaksanakan tugas barunya sebagai Menpora.

"Mas Roy sudah pamit dari DPR lewat telepon, SMS, pamit ke fraksi ke komisi," kata Nurhayati saat dikonfirmasi wartawan terkait penunjukan Roy Suryo menjadi Menpora. Hal ini disampaikan Nurhayati kepada detikcom, Kamis (10/1/2013).

Nurhayati mendoakan Roy menjalankan tugasnya sebagai Menpora dengan baik. "Mudah-mudahan Mas Roy bisa mengemban tugas dengan baik dan menyelesaikan sisa kabinet ini dengan baik," harapnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%