Detik.com News
Detik.com
Kamis, 10/01/2013 08:00 WIB

Ratusan Rumah di Situbondo Terendam Banjir Diterjang Ombak Tinggi

Ghazali Dasuqi - detikNews
Halaman 1 dari 2
Situbondo - Gelombang pasang setinggi 3 meter menghantam wilayah pesisir pantai Situbondo menimbulkan banyak kerusakan. Puluhan rumah warga di beberapa lokasi tepi pantai rusak akibat hantaman gelombang.

Selain itu, sejumlah perahu nelayan juga pecah dan karam. Ombak besar juga merendam ratusan rumah penduduk di sepanjang pesisir Situbondo.

"Puluhan rumah rusak itu tersebar di beberapa lokasi tepi pantai. Mulai dari pesisir Kecamatan Besuki, Panarukan, sampai Kecamatan Mangaran. Angka pastinya kami masih melakukan pendataan," kata Kepala Pelaksana BPBD Situbondo, Zainul Arifin, Kamis (10/1/2013).

Keterangan yang dihimpun detikSurabaya.com, badai dan gelombang pasang yang menghantam wilayah pesisir Kecamatan Besuki tadi malam menyebabkan ratusan rumah warga di Dusun Karanganyar Desa Pesisir dan Dusun Mandaran Desa Demung, tergenang air rob hingga setinggi lutut orang dewasa.

Di dua desa itu sedikitnya ada belasan rumah warga di tepi pantai yang rusak terkena hantaman gelombang pasang. Selain itu, banjir rob juga merendam puluhan rumah warga di Dusun Pesisir, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan.
Bahkan, sebuah rumah milik Bu Yama, mengalami rusak di bagian dapur setelah ditabrak sebuah perahu yang dihempas ombak. Gelombang besar juga merusak sejumlah perahu milik nelayan setempat.

"Ombaknya besar sekali, ada dua perahu yang karam setelah kena ombak. Salah satunya milik saya," tukas Sura'mo, seorang nelayan setempat.

Gelombang pasang juga terjadi di pesisir pantai Kecamatan Mangaran terendam banjir rob setinggi lutut orang dewasa. Sedikitnya 3 rumah warga di pesisir pantai setempat mengalami rusak akibat gelombang pasang. Di wilayah timur Situbondo, gelombang pasang juga dikabarkan merusak sejumlah rumah warga di pesisir Pondok Mimbo, Kecamatan Banyuputih.Next

Halaman 1 2
(fat/fat)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%