detikcom
Kamis, 10/01/2013 07:07 WIB

Anehnya Potongan Gaji Karyawan Al-Zaytun

M. Rizal - detikNews
Jakarta -

Kislam (47) sudah 13 tahun menjadi karyawan di Pondok Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat (Jabar). Pertama bekerja di ponpes milik Panji Gumilang itu, ia ditempatkan di bagian konstruksi. Kislam menjadi saksi hidup pendirian bangunan megah di kompleks pesantren seluas 1.400 hektare itu.



“Saya masuk bagian bangunan, tapi bangunan bagian ‘keneknya’ (buruh lepas),” tutur Kislam kepada majalah detik.



Upah yang diterimanya saat itu, lanjut Kislam, Rp 40 ribu per bulan. Setelah menjadi karyawan, gajinya hanya naik menjadi Rp 80 ribu per bulan. Beberapa tahun kemudian, naik lagi menjadi Rp 100 ribu dan paling tinggi Rp 250 ribu.



Hidup dengan gaji rendah tentu tak cukup bagi Kislam, yang mempunyai lima orang anak. Untuk mengontrak sepetak rumah saja, ia harus merogoh kocek Rp 1,4 juta setahun. Sampai tahun 2010, karyawan masih diberi tunjangan berupa paket berisi beras, sabun, minyak, dan garam. Namun, setelah itu tak ada lagi. “Alasannya tak ada biaya,” katanya.



***



Tulisan lengkap Anehnya Potongan Gaji Karyawan Al-Zaytun bisa dibaca GRATIS di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 58, 7 Desember 2012). Edisi ini mengupas tuntas Pondok Pesantren Al-Zaytun dengan tema ‘Penyekapan Sadis Al-Zaytun’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik hukum ‘Bonus Denda Penumpang AirAsia’, Kriminal ‘Petaka Tahun Baru Putra Hatta’, Bisnis ‘Era Media Cetak (Belum) Berakhir’, berita komik ‘Car Free Night Tahun Baru’, Gaya Hidup ‘Bikin Mrs V Lebih Cantik’, rubrik Seni Hiburan dan review film ‘Hope Springs’, WKWKWK ‘Heboh Pocong Gantung Diri’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.



Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(iy/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%