Detik.com News
Detik.com
Kamis, 10/01/2013 06:30 WIB

BPBD Banten: Banjir Rendam 25 Kecamatan di 3 Kabupaten

Yasser Ali Harakan - detikNews
Jakarta - Hujan yang terus mengguyur menyebabkan banjir di Banten. Ada 25 Kecamatan di 3 Kabupaten yang terendam banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten, Suyadi Wiraatmaja, mengatakan banjir sudah merendam 25 kecamatan. "Sampai saat ini laporan yang masuk 25 kecamatan yang terendam banjir di 3 kabupaten. Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang," kata Suyadi saat dihubungi.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, 1 orang di Pandeglang tewas akibat banjir. "Korban bernama Ibu Sari berusia 75 tahun. Itu diakibatkan sulitnya untuk dievakuasi karena keadaanya sudah lemah," tuturnya.

Sementara itu anggota DPRD Banten, Sanuji Pentamarta melaporkan sedikitnya 5 kecamatan sudah terendam air.

"Ada 5 Kecamatan yang sudah terendam banjir, yaitu, Rangkasbitung, Cibadak, Wanassalam, Warunggunung, dan Malingping. Dari kelima kecamatan itu, alhamdulillah tidak ada korban jiwa," ujar Sanuji yang kediamannya juga kebanjiran.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/fdn)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%