detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 10/01/2013 03:05 WIB

Anggota Mitra Polisi Jakut Ditangkap Bawa Sabu di Pekanbaru

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru, - Seorang warga Jakarta tertangkap bawa sabu di Bandara Sultan Syarif Kasin (SSK) II Pekanbaru. Ketika ditangkap, tersangka menunjukan kartu anggota Mitra Polisi, Jakarta Utara.

Calon penumpang pesawat Garuda, bernama Hardi (36) tertangkap pada Rabu (9/1/2013) sore. Hardi ditangkap petugas Bandara SSK II saat melintasi x-ray kedua yang masuk ruang tunggu.

Barang haram, sabu-sabu yang dibungkus plastik diselipkan di celana. Ketika digeledah petugas, akhirnya barang tersebut disita seberat 20 gram dengan kisaran harga Rp 22 juta.

Saat diperiksa petugas bandara, Hardi menyebut barang haram itu dipesan dari warga Malaysia. Tapi dia sendiri tidak bertemu langsung dengan warga Malaysia itu.

Sabu-sabu itu sudah diletakan di kamar Grand Hotel Jalan Riau, Pekanbaru, tempat dia menginap.

"Dia malah menunjukan kartu anggota Mintra Polisi dari Polres Jakarta Utara. Dan mengaku sabu-sabu ini sudah dipesan polisi di Jakarta untuk memancing transaksi sabu 2 kg," kata Hasturmen Yunus, petugas Bandara SSK II.

Kini tersangka sudah diserahkan ke Polsek Bukit Raya Pekanbaru untuk diproses lebih lanjut.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(cha/fdn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%