detikcom
Kamis, 10/01/2013 01:51 WIB

Gadis 15 Tahun di Arab Ajukan Cerai dengan Pria Berumur 86 Tahun

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
ilustrasi
Riyadh - Seorang gadis 15 Tahun di Arab kabur setelah dipaksa menikah oleh seorang pria berumur 86 tahun. Lembaga Hak Asasi Manusia yang berada di Arab Saudi yang turun tangan terhadap masalah ini, berhasil membantu perceraian gadis itu dengan suaminya.

Seperti diberitakan AFP, Kamis (10/1/2013), Komisi Hak Asasi Manusia Arab Saudi (SHRC) langsung memberikan bantuan kepada gasi itu. "Kami mempelajari pernikahan seorang gadis kecil dengan seorang pria berumur 86 tahun yang berasal dari Jizan," ujar Kepala SHRC, Banda al-Ayban.

Menurut Banda, gadi kecil itu mengunci dirinya di kamar saat malam pertama dan kabur menuju rumah orang tuanya. Gadis itu dilamar dengan mahar sebesar 64 ribu Real atau setara Rp 168 juta.

"SHRC telah memberikan bantuan hukum kepada gadis itu sehingga bisa bercerai bercerai," terangnya.

Pada kesempatan itu, salah seorang anggota SHRC lainnya, Hadi al-Yami, mengatakan bahwa gadis itu menolak untuk dinikahkan. "Dia (gadis) mengungkapkan penolakannya pernikahannya atas ini," kata Hadi.

SHRC juga saat ini tengah mendorong keluarnya Undang-undang yang menetapkan pernikahan pada usia minimal 16 tahun. "Mencoba bekerjasama dengan Kementerian Kehakiman dan Kementerian Kesehatan untuk mencegah pernikahan di bawah umur," jelasnya.

Arab Saudi diketahui tidak memiliki aturan yang melarang perkawinan anak-anak. Namun baru-baru ini pemerintah Saudi pernah menyatakan, pihaknya tengah bekerja untuk menyusun peraturan yang melindungi 'keamanan gadis muda'. Hasil penelitian seorang dosen bernama Ali Abdul Rahman al-Roumi menunjukkan, lebih dari 5.000 gadis di bawah umur 14 tahun di Arab Saudi dipaksa menikah setiap tahunnya.





Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fiq/fdn)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%