Rabu, 09/01/2013 17:56 WIB

Katulampa Siaga II, Warga Jakarta Diminta Waspada Banjir

Farhan - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Bogor - Hujan deras yang melanda kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sejak Rabu (09/01) pagi hingga sore hari, mengakibatkan debit air Sungai Ciliwung meningkat. Ketinggian air mencapai 140 sentimeter.

Pukul 17.40 WIB, Rabu (9/1/2013), kondisi air di Bendung Katulampa masuk Siaga II. Warga pesisir sungai Ciliwung diharap agar waspada banjir karena luapan air diperkirakan akan tiba di Jakarta 10-12 jam ke depan.

"Air Sungai Ciliwung terus naik. Ketinggian sekarang sudah 140 sentimeter atau Siaga II banjir," kata penjaga Bendung Katulampa, Andi Sudirman.

Andi mengatakan, kondisi air di Bendung Katulampa terus meningkat sejak sekitar sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut disebabkan karena hampir di seluruh kawasan Puncak, Bogor yang merupakan hulu Sungai Ciliwung, terus diguyur hujan sejak pagi hari.

"Air mulai naik jam 3 sore. Dari 70 sentimeter atau siaga IV, terus meningkat hingga sekarang," kata Andi.

Sementara itu, saat ini kondisi cuaca di sekitar Bendung Katulampa dan Puncak yang merupakan hulu Sungai Ciliwung masih diguyur hujan dengan intensitas ringan.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(try/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%