detikcom
Rabu, 09/01/2013 15:56 WIB

Irene 'Kill Bill' Tupessy Divonis 2,5 Tahun Penjara

Salmah Muslimah - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Terdakwa kasus penyerangan di RSPAD Irene 'Kill Bill' Tupessy
divonis 2,5 tahun penjara. Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu 4 tahun penjara.

"Memutuskan Irene dihukum 2 tahun 6 bulan," kata ketua majelis hakim Agus Iskandar dalam sidang terbuka untuk umum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Rabu (9/1/2013).

Majelis hakim berkeyakinan terdakwa nyata-nyata secara sah membantu secara bersama-sama melakukan tindak kekerasan di muka umum. Hal-hal yang meringankan yaitu Irene mempunyai 4 anak yang masih kecil, belum pernah dihukum sebelumnya dan berkelakuan baik selama sidang. Hal yang memberatkan ada korban yang meninggal, memberikan sarana dan prasarana.

"Menetapkan terdakwa tetap dalam tahanan, membayar biaya perkara Rp 2.000," lanjut Agus.

Dalam perkara tersebut, majelis hakim juga memvonis suami Irene, Heryanto, dengan lama hukuman sama. Keduanya dikenakan pasal serupa dalam kejadian yang sama yaitu Pasal 170 KUHP ayat 2 ke tiga.

Mendengar amar putusan ini, Irene langsung menangis dan mengusap beberapa kali air matanya. Dia tak mengucapkan sepatah kata pun atas vonis tersebut.

Usai sidang, Irene yang memakai jaket warna hitam tanpa rompi tahanan langsung diapit saudaranya dan menutup mukanya. Aparat kepolisian mengawal Irene hingga ke ruang tahanan.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%