Detik.com News
Detik.com
Rabu, 09/01/2013 15:50 WIB

Tak Mustahil Jokowi Jadi Presiden

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Tak Mustahil Jokowi Jadi Presiden Joko Widodo,
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dikenal begitu dekat dengan masyarakat. Tak mustahil Jokowi yang dikenal sebagai pemimpin yang low profile dan merakyat, suatu hari terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Tentunya Jokowi bisa maju Pilpres jika PDIP yang dibelanya di Pilgub DKI lalu mendukungnya. Menurut pengamat politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto, Jokowi adalah salah satu capres potensial, meskipun untuk nyapres Jokowi harus mendapat restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Namun sebelum maju Pilpres, Jokowi harus membenahi terlebih dahulu membenahi Jakarta. Menurut Gun, Jokowi bisa nyapres pada Pemilu 2019 yang akan datang.

"Kalau 2019 dia maju dan dia ternyata sukses di DKI 1, bukan mustahil dia yang sukses menjadi Walikota Solo kemudian menjadi Gubernur DKI, terpilih dalam Pilpres," kata Gun saat berbincang dengan detikcom, Rabu (9/1/2013).

Gun menilai kesabaran Jokowi menahan diri sampai Pemilu 2019 akan berbuah manis. Meskipun saat ini saja sudah banyak yang mendorong-dorong Jokowi maju Pilpres.

"Jokowi sebaiknya bersabar dan PDIP tidak perlu memaksakan dia maju. Biarkanlah investasi politik terjaga. Kan ada momentumnya, saya bilang setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya. Di Pemilu 2019 adalah masa Jokowi, partai harus menjaga kredibilitas Jokowi dan jangan sampai terpancing di Pemilu 2014," sarannya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%