Detik.com News
Detik.com
Rabu, 09/01/2013 12:41 WIB

Dituding Rasis Soal Tweetnya Mengenai Ahok, Ini Kata Farhat Abbas

Indra Subagja - detikNews
Dituding Rasis Soal Tweetnya Mengenai Ahok, Ini Kata Farhat Abbas
Jakarta - Farhat Abbas, yang menasbihkan diri sebagai capres muda Indonesia, mendapat kecaman soal tweetnya menyangkut Wagub DKI Basuki T Purnama atau Ahok. Farhat dituding bersikap rasis kepada Ahok. Apa kata Farhat?

"Itu bukan rasialis, itu penjelasan. Bahwa Ahok bagaimanapun mau pakai pelat B 2 atau tidak tetap non pribumi," jelas Farhat saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (9/1/2013).

Tweet Farhat soal Ahok itu diunggah dalam akun twitter @farhatabbaslaw, isinya "Ahok protes, Dasar Ahok plat Aja diributin! Apapun plat nya tetap Cina !"

"Itu memang saya yang ngetweet, itu bukan rasialis. Itu justru menunjukkan bahwa non pribumi jangan dibilang kecil, tapi diistimewakan," terang Farhat.

Tapi tetap saja sejumlah tweeps mengkritik Farhat. Kicauan pengacara putra mantan Hakim Agung Abbas Said yang kini menjadi komisioner KY itu dianggap tak pantas.

"Ini soal masalah kemuliaan. Jadi masalah pelat nomor tidak usah dibicarakan. Gara-gara Ahok omong itu, sama saja mengancam kepolisian. Bagaimana kalau kepolisian tidak mau bekerja?" jelas Farhat.

Hingga berita ini diturunkan Ahok belum memberikan komentar.

(ndr/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%