Rabu, 09/01/2013 12:23 WIB
Dulu Menghina, Eks Menteri Penerangan Malaysia Kini Memuji Habibie
Tulisan Mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainuddin Maidin di koran Utusan Malaysia yang berbalik memuji Habibie.
Zainudin kini menulis kembali sebuah artikel mengejutkan. Namun berbeda, kini Zainudin balik memuji BJ Habibie sebagai pemimpin yang dihormati rakyatnya.
Sebagaimana dikutip dari website harian Utusan Malaysia, Rabu (9/1/2013), Zainudin menulis artikel di kolom 'Rencana' dengan judul 'Yang tidak sama antara Habibie dengan Anwar'. Seperti artikel sebelumnya, dalam artikel yang dipublish Selasa (8/1/2013) ini, dosen tamu pada Institut Pemikiran Tun Dr Mahathir, Universiti Utara Malaysia, ini kembali 'menelanjangi' Anwar Ibrahim, tokoh oposisi pemerintah Malaysia.
Zainudin mengawali tulisan panjang itu dengan mengulas isu yang pernah menggemparkan Malaysia pada pemilu Malaysia tahun 2008 lalu. Pada pemilu tersebut, oposisi Pakatan Rakyat (PR) berhasil merebut dua per tiga basis pemilihan yang sebelumnya dikuasai Barisan Nasional (BN). 'Kemenangan' oposisi itu diteruskan dengan menyebarnya isu melalui sejumlah media sosial dan SMS dan e-mail yang menyebutkan Anwar Ibrahim dipanggil oleh Seri Paduka Yang di-Pertuan Agong untuk dilantik menjadi Perdana Menteri.
"Malaysia digemparkan dengan berita akan jatuhnya kerajaan Barisan Nasional (BN) yang tidak mempunyai kuasa dua pertiga pada 16 September 2008 kerana wakil rakyatnya akan berpaling tadah. Bila hal itu tidak berlaku pada hari yang sama, mesej telah disebarkan menerusi media sosial; khidmat pesanan ringkas (SMS), Facebook, Twitter, e-mail dan sebagainya bahawa Anwar Ibrahim sedang menuju ke Istana Negara kononnya dipanggil menghadap oleh Seri Paduka Yang di-Pertuan Agong untuk mengangkat sumpah jawatan Perdana Menteri," tulis Zainudin.
Namun menurut Zainudin, kegoncangan terkait isu tersebut tidak lebih hebat dari isu serupa yang pernah dibuat Anwar 40 tahun sebelumnya. Masih menurut Zainudin, drama-drama yang dibuat Anwar hanyalah sebuah kelucuan dan kekacauan dari Anwar itu sendiri.
"Wartawan-wartawan dalam dan luar negara yang meliputi drama hebat ini tentulah ketawa sendiri sekarang kerana telah nampak sudut kelucuan dan kekarutannya," cetus Zainudin.
"Inilah gempar yang paling menggemparkan dunia sebelum kegemparan yang menggegarkan Malaysia tentang kerajaan BN akan tumbang pada 16 September 2008. Orang ramai boleh menjangkakan bahawa beberapa kegemparan lagi akan dicetuskan oleh "Anwar and The Gang" menjelang Pilihan Raya Umum Ke-13. Beliau akan lebih dipercayai kerana PAS sebuah parti Islam yang akan menjadi pertahanannya dan bukan lagi dia sendiri. Kewibawaannya sekarang bergantung kepada PAS dan tidak lagi ada pada dirinya sendiri," lanjut Zainudin.
Sepanjang 25 paragraf tulisan itu, keseluruhannya menyerang Anwar sebagai tokoh yang penuh drama dan mengancam pemerintah Malaysia.
Nah, baru di dua paragraf terakhir Zainudin menulis yang memuji BJ Habibie. Zainudin menulis, "Di Indonesia, bekas Presiden Indonesia BJ Habibie masih mempunyai kredibiliti yang tinggi. Beliau bukan seorang street actor, maka itu rakyat Indonesia marah apabila saya menyamakannya dengan Anwar Ibrahim."
"BJ Habibie adalah seorang pemimpin yang masih dihormati dan tidak bergelumang dengan lumpur seperti Anwar Ibrahim."
Pernyataan Zainudin ini tentu bertolak belakang dengan pernyataannya pada artikel sebelumnya yang berjudul 'Persamaan BJ Habibie dengan Anwar Ibrahim' di rubrik Rencana koran Utusan Malaysia edisi 10 Desember 2012. Dalam artikel itu, Zainudin menyebut Habibie dengan perumpamaan yang sangat keras, 'The Dog of Imperialism'.
Seorang polisi diduga bunuh diri dengan cara menembak kepalanya. Simak di "Reportase Malam", pukul 02.08 WIB Hanya di TransTV
(rmd/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Out Of Control, Terios Tabrak Pohon dekat TPU UI
456 share this. -
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
438 share this. -
Ketika Orang Rusia Belajar Bahasa Indonesia
426 share this. -
KPK Pertimbangkan Periksa Darin Mumtazah di Kediamannya
407 share this. -
Nekat! Perempuan Ini Interupsi Pidato Presiden AS Barack Obama
390 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 25/05/2013 17:44 WIB
PPNA: Caleg Perempuan Masih Cuma untuk Penuhi Kuota
-
Sabtu, 25/05/2013 17:40 WIB
KPAI Temui Kapolda Sumbar Pertanyakan Kasus Anak 16 Tahun Dipidana di Agam
-
Sabtu, 25/05/2013 17:20 WIB
Mendagri Diminta Berani Berhentikan Bupati Aru Teddy Tengko
-
Sabtu, 25/05/2013 17:11 WIB
3 Jurus Tim KPK Mengorek Darin
-
Sabtu, 25/05/2013 17:08 WIB
Banjir Tak Kunjung Surut, 392 Warga Kukar Sudah 2 Bulan di Pengungsian
-
Sabtu, 25/05/2013 17:02 WIB
3 Jurus Tim KPK Mengorek Darin
-
Sabtu, 25/05/2013 16:53 WIB
Pembunuh Tentara Inggris Pernah Diminta Bekerja Untuk Intelijen MI5
-
Sabtu, 25/05/2013 15:38 WIB
Protes Abdul kepada Wanita Pemotong Kelamin: Kamu Tega Banget Dah!
-
Sabtu, 25/05/2013 16:44 WIB
Samad Soal Kasus Luthfi: Masih Ada Bukti yang Belum Diungkap
-
Sabtu, 25/05/2013 17:15 WIB
Mendagri Diminta Berani Berhentikan Bupati Aru Teddy Tengko
-
Sabtu, 25/05/2013 14:31 WIB
Dituding Abdul Tidak Perawan, Ini Reaksi NN si Wanita Pemotong Kelamin
-
Sabtu, 25/05/2013 15:13 WIB
Bersama 2 Temannya, Darin Dikenal Sebagai Anggota 'Geng' Cantik di Sekolah
-
Sabtu, 25/05/2013 16:26 WIB
NN Buang Helm dan Cutter Pemotong Kelamin Abdul di Jalanan
-
551 Komentar
-
366 Komentar
-
256 Komentar
-
208 Komentar
-
205 Komentar
-
177 Komentar
-
150 Komentar
-
145 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Sabtu, 25/05/2013 10:19 WIB
KPK Tak Berhenti Sampai di Luthfi Hasan
-
Sabtu, 25/05/2013 09:51 WIB
4 Gebrakan Ahok Preteli Fasilitas Anak Buah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
