detikcom
Rabu, 09/01/2013 12:05 WIB

Ambulans Nyasar, Pria Jepang Tewas Sebelum Dibawa ke Rumah Sakit

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (AFP)
Tokyo - Sungguh mengenaskan. Gara-gara ambulans yang dipanggilnya nyasar, seorang pria di Jepang tewas sebelum sempat dibawa ke rumah sakit. Ambulans tersebut nyasar selama 30 menit sebelum akhirnya mendatangi rumah korban di wilayah Yokohama, Jepang.

Insiden tersebut terjadi pada 17 Desember 2012 lalu. Menurut Biro Pemadam Kebakaran Kota Yokohama, korban yang berusia 60 tahun menelepon layanan darurat dan meminta pertolongan atas masalah kesehatannya.

"Ada sesuatu yang salah dengan jantung saya," ucap pria yang tidak disebutkan namanya tersebut, seperti dilansir Asia One, Rabu (9/1/2013).

Sesuai dengan sistem, ketika seorang warga menelepon operator layanan darurat, maka akan langsung terdeteksi nomor dan alamat si penelepon. Namun entah apa yang terjadi, petugas operator memberikan alamat yang salah kepada petugas medis.

Rupanya nama keluarga korban mirip dengan nama keluarga tetangganya dan alamat yang diberikan kepada petugas merupakan alamat si tetangga yang tinggal berjarak dua rumah dari rumah korban yang sebenarnya. Alhasil, tim medis pun mendatangi alamat yang salah.

Ketika tim medis mencoba memasuki rumah yang salah tersebut, pintunya terkunci dari dalam. Mengingat adanya situasi darurat, maka petugas mencoba masuk dari jendela yang ada di lantai dua rumah tersebut. Saat berhasil masuk, petugas tidak menemukan seorang pun di dalam rumah.

Proses tersebut tentunya memakan banyak waktu. Hingga akhirnya petugas menyadari adanya kesalahan pada alamat si penelepon. Petugas medis segera bergegas ke alamat yang benar, namun sayangnya sudah berjarak 36 menit dari waktu pertama kali korban menelpon.

Saat petugas medis berhasil memasuki rumah yang benar, korban ditemukan telah tergeletak di lantai. "Kami tidak menyadari sebab-akibat antara terlambatnya kedatangan tim dan kematian korban," tutur seorang pejabat pemadam kebakaran Yokohama.

Insiden ini pun masuk dalam penyelidikan aparat setempat. Sedangkan pihak layanan darurat mencari tahu lebih lanjut kesalahan yang dilakukan operator.


Anak seorang pembantu raih nilai UN tertinggi se-Jawa Timur. Saksikan kisahnya di "Reportase Sore", pukul 16.30 WIB, hanya di Trans TV.

(nvc/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    59%
    Kontra
    41%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000